Sri Sultan Hamengku Buwono X :
Atas Rakhmat Tuhan Yang Maha Kuasa
Menyadari bahwa pembangunan yang dilaksanakan selain telah menghasilkan kemajuan juga dampak berupa kerusakan lingkungan, penggunaan sumberdaya alam yang berlebihan akan meningkatkan kerusakan lingkungan dan ancaman terhadap masa depan umat manusia, perilaku mobilitas sehat terancam penggunaan teknologi dan moda transportasi yang tidak tepat.
Meyakini bahwa upaya untuk mengatasi dan mengendalikan ancaman terhadap masa depan umat manusia karena kerusakan lingkungan harus dilakukan oleh semua orang di semua tempat. Sepeda merupakan teknologi dan hasil peradaban yang berpotensi menjadi sarana transportasi yang ramah lingkungan, hemat, dan menyehatkan.
Menyerukan kepada semua pihak, baik perseorangan maupun lembaga untuk:
- Menggunakan sepeda sebagai sarana transportasi
- Menggunakan sepeda sesuai hukum dan ketentuan yang berlaku
- Memberikan prioritas bagi pengguna sepeda
- Mengintegrasikan penggunaan sepeda dengan aman dan nyaman ke dalam kebijakan dan kegiatan pembangunan transportasi dan lingkungan hidup
- Mensosialisasikan penggunaan sepeda, kebijakan, dan kegiatan pembangunan untuk sepeda kepada pihak-pihak yang relevan
- Menetapkan hari bersepeda sebagai penghargaan kepada pencipta, pengembang, pembuat, pemelihara, dan pengguna sepeda
- Mengembangkan partisipasi dan kerjasama lebih luas untuk mewujudkan maksud-maksud deklarasi
Bulaksumur, 1 September 2006
Atas nama yang hadir,
ttd
Sri Sultan Hamengku Buwono X
Foto-foto Deklarasi dapat dilihat di link klik [ini]













pertamax…
monggo ngonthel sedaya……………!!!
ini baru pengumuman. sip
Woro-woro sangking Ngarso Dalem, pancen oke !
Kapan nih bang yos bikin kayak gini? atau buat calon gubernur Jkt yg baru mudah2 baca ini juga…
Itulah kenapa ONTHEL begitu berharga dan berguna. Marilah kita lestarikan bersama dan kita dukung program Ngarso Dalem. Hidup ONTHEL
Hidup Sultan…………!!!!
Teman – teman semuanya…………….dimanapun berada………………memang betul – betul mengairahkan sekali yach dunia per Sepeda an, semakin hari semakin buanyak…….nyak……….pengikutnya. he he he………Sip………..Sip…………dech
seriusan ni…
Hidup Sultan
Kalo Jakarta ????????????…….
Biar Ng-Onthel bukan berarti miskin…betul gak !!!! he he he he..
emang ada gitu yg jadi miskin gara-gara ngonthel ?..bwahhahah… , kalau yg miskin ngontel sih itu…gue banget..
deUh..Om T jadi gR gt deh…bwahahahaa…
eik tidak kenal apa itu punya nama GR kakang radens..tapi eik kira ini real story…..wakakaka
semoga seruan SRI SULTAN bisa dipake juga di jakarta…..!
sip kan……..
semoga seruan SRI SULTAN bisa dipake juga di jakarta…..!
sip kan……..!!!
ONTHEL Berjaya lagi
Dawuh pangandiko, sinuwun…
kawula sagah hanglampahi tuwin nyengkuyung pitedah paduka,
awit saestu ngonthel handadosaken bagas waras klayan hangrembaka pasederekan,
sembah pangabekti hatur kawula ngarsa dalem, sinuwun
Andyt
Bung Nino, buat calon Gubernur DKI, cari program yang laen deh…jangan asal ngikut. Inget yang dipilih gubernur DKI, bukan gubernur KDI, loch…
tetep golput dab
mas Andyt roaming nih. *gak ngerti*
Terima kasih Ngarso Dalem atas dukungannya, namun mohon perhatian Ngarso Dalem untuk kondisi ‘jalur sepeda’ yang dirintis beberapa perguruan tinggi dan komunitas sepeda di Jogja, sekarang malah jadi tempat parkir mobil. Pripun meniko……hiks…hiks….
Leres ngendikanipun pak Andyt, kito sedoyo sagah nyengkuyung dawuh Dalem hingkang saged murakabi kagem sedoyo.
Buat penggemar onthel….selamat berjuang, kita memang melawan arus, tapi yakinlah manis akan datang juga, tatkala saudara kita mulai berpaling kembali ke sepeda.
salam kenal buat onthelis semua…!
saya selalu buka website ini tiap hari, sangat menghibur punya kelompok teman-teman penggemar sepeda onthel. Sekalian kenalan, juga mau tanya dan mohon masukan:
saya punya 2 sepeda lanang (humber seri B) dan wedok (raleigh seri C), dengan 3 speed hub seri AB tahun 1958 dari Sturmey Archer, saya pengin tanya perihal beberpa spare part terutama untuk kompenen pokok tersebut:
1. apakah masih bisa mendapatkan sturmey hub yang asli? beraoa kira-kira harganya? dan dimana?
2. Apakah gir belakang masih bisa ditemukan spare part-nya? (katanya gir itu nggak bisa diganti dgn sembarang gir, benarkah itu?) lalu bagaimana dengan pula dengan rantainya? apakah ada yang tahu merk tertentu yang bisa ‘dicangkok’ untuk mengganti gir dan rantai itu.
3. Apakah penggantian gir dan rantai sangat berpengaruh pada kenyamanan sepeda kita?
demikian yang membuat ku risau, saya hanya ingin ngonthel dengan enak dan nyaman, untuk itu mohon masukan dari para pendemen semua.
buat mas Bach…salam dari mbak wiwit di bulaksumur.., matur nuwun.
to: bung nino, jalur sepeda di jakarta lagi di jajaki antara
Pemda DKI kerjasama sama Dephub terutama thamrin –
sudirman. (sumber poskota,26 april 2007, hal 2)
dab Patub,
Persneling Sturmey Archer lobang ruji 40 (khusus untuk speda produksi Inggris) relatif mudah didapat, dibanding 36). Cuma karena banyak penggemarnya, sehingga harganya berkisar 300-500 ribu (tergantung kondisi). Di beberapa toko alat sepeda (coba di pasar Ngabean dan daerah Bah Petruk) masih tersedia onderdil suku cadang persneling. Kalau di Surabaya di OTB, Pasar Turi ada.
Biasanya yang rusak adalah gigi bagian dalam dan pelatuknya, sehingga kadang selip atau nggak mau nyantol ke gigi tertentu (misalnya gigi 2 atau 3).
Rantainya ini yang sulit karena kecil, dibagian ujung terdapat ‘paku’ yang ada dratnya. Ini alat tidak dijual di toko-toko dan kalau rusak biasanya diakali pakai kawat atau rantai pengganti lain asal kecil. Kalau paku berdrat bisa dibuat di tukang bubut
Pergantian gigi dan rantai tidak berpengaruh pada kenyamanan fungsional, paling-paling perasaan psikologis bahwa suku cadang ada yang nggak asli. Gitu saja. Yang penting sabar dan jangan grusa-grusu nyari onderdilnya. Pasti ada hanya butuh waktu mencari. Kalau mau cepet juga bisa tapi biasanya mahal dan jadi mangsa empuk penipu.
Asyiknya sepeda kuno adalah diberburunya suku cadang itu, dab!
Waduh…matur nuwun Dab Andyt, atas semua penjelasannya.
Memang betul sepeda yang laki (humber) gigi yg ke-2 sering ‘mlusut’, kalau yang raleigh wedok masih lumayan, hanya saja karena sepeda itu saya pakai tiap hari untuk ‘glidig’ (sekalian jadi ‘provokator’ agar teman-teman lain di tempat kerja menjadi gemar bersepeda), saya sempat khawatir nanti suatu saat pasti perlu onderdil tersebut. Ok, saya akan surfing ke tempat-tempat yang ditunjukkan diatas. Saya, seperti penggemar fiets onthel yang lain, juga merasakan asyiknya berburu onderdil untuk sepeda kesayangan kita.
Maturnuwun….lan sugeng ngonthel buat semua onthelis!
salam damai dari jogja,
-agus-
Salam kenal kembali kagem Mas Agus dan salam akrab kagem Mbak Wiwid Bulaksumur Jogja. Kehadiran Mas Agus dan Mbak Wiwid menambah semangat kami – pembaca semua untuk terus bersepeda dalam beraktivitas sehari-hari dan berbagi cerita suka dan dukanya.
Terima kasih buat Mas Andyt atas tanggapannya pada Mas Agus Bulaksumur Jogja, jujur saya grogi mo’ njawab karena cuma ngerti sikit2 …
Salam jabat erat,
bahtiar
ach boeng bahtiar ini selaloe merendah sahadja, selaloe low profiil sahadja… pake grogi poela..
opo ben ketok bagoes ngono po bos..?
P.Andyt, keterangannya sangat komplit sekali, yach memang pakarnya sich. saya memang senang sekali kalau tukar pendapat dengan Bpk.
sebenarnya pertanyaan dari Mas Agus ( Bulak Sumur ) kemarin saya juga mau jawab, tapi saya juga grogi seperti hal nya P.Bahtiar, selain ilmu saya tentang sepeda masih kurang, saya juga takut beri penjelasan belinya dimana, karena ntar saya dimarahi ama kamtib gitu he he he…………. ( sorry lho P.Kamtib ).
sebetulnya onderdil yg Mas Agus cari itu banyak kok di Kediri ( maksud saya, di tempat / punya teman – teman saya ).tq
ach.. boeng ponja selir ini djoewa soeka merendah sahadja.. matjam ewoeh pekewoeh ja..? tijada masalah djikalaoe ikoet nimbroeng mendjelaskeun, sjapa tahoe bole djahadie anggauta kamtib en pakar jang bole disegani di lapak ini..
tak oesah maloe maloe boeng… karna maloe jaitoe singkatan daripada manoek’e loemoeten.. nggilani ora hajo…
dasar rambo pasar
Save our Djogdjakarta…
Sampeyan sedoyo terlalu memuji saya, tujuan dari situs ini sengaja didedikasikan bagi mereka yang mencintai, merawat, serta menjaga kelestarian sepeda kuno yang kita punya dan sayangi itu. Marilah kita berbagi apa saja (pengetahuan, pengalaman, bahkan ketrampilan, serta mungkin kelebihan kita) pada orang lain yang membutuhkan.
Tidak ada istilah pakar dalam hal ini, yang ada hanyalah siapa belajar duluan, dan apa yang dipelajari untuk saling melengkapi, ya nggak cak PPP alias pak Har, alias pak Lusi, alias boss GG..hahahaha….
boeat mas rambo sepertinja poenya sampejan yang soedah loemoetan…..bwahahaha..
STOP PEMANASAN GLOBAL……..kembangkan budaya ngonthel…dan bangun ONTHEL WAY……dijamin Alam akan bersahabat dgn kita….