……..Malamnya aku berfikir ini pasti semacam ‘ungkapan protes’ dari sepeda sebagai reaksi rencanaku memotong spakbornya. Maklum sepeda mantan punya orang dalam benteng kraton pasti juga punya ‘yoni’. Wah jika aku tetap memotongnya, bisa-bisa kualat aku. Semenjak itu kubiarkan apa adanya. Bahkan ban juga tidak segera kuganti. Menunggu hari baik. Suatu ketika di hari Rebo Legi baru aku berani mengganti ban. Lebih dahulu ‘minta ijin’ ke sepeda itu, dan semua proses pergantian ban kulakukan sendiri. Selain kuganti bannya, Fongers ini juga diberi transfer merek dan setrip hijau khas Fongers. Juga di lain hari Rebo Legi…..
Kenapa mesti hari Rebo Legi ?
ikuti cerita selengkapnya di [ FONGERS HZ65 1922 ]












