Mempromosikan kegiatan bersepeda khususnya sepeda tua tidak melulu harus berkonvoi di jalan-jalan dengan menurunkan ratusan bahkan ribuan pesepeda. Bertemu muka dengan komunitas lain dan anggota masyarakat umum dalam suatu sarasehan atau riungan atau kumpul2 terkadang bisa lebih efektif ketimbang acara turun ke jalan. Masing-masing memang punya plus minus yang bisa saling menguatkan karena memang tujuannya sama yaitu mengenalkan dan menumbuhkan hobi bersepeda kepada masyarakat. Salah satu acara riungan yang belum lama terlaksana adalah Pecha Kucha yang untuk kali kedua ini mengambil tema Metro Retro.
Mengutip dari undangan penyelenggara (Maverick) tentang Pecha Kucha sendiri adalah sebuah acara networking yang ditujukan bagi para individu yang ingin mendapatkan inspirasi dari beragam topik presentasi dan ide kreatif yang segar. Pada suatu malam Pecha Kucha, para pembicara akan melakukan presentasi dengan konsep unik 20/20. Masing-masing pembicara hanya diperbolehkan untuk membawakan dua puluh slide presentasi dan setiap slide hanya akan dipasang selama 20 detik. Hal ini terbukti menjadi tantangan bagi mereka namun hasilnya selalu menarik dan inspiratif untuk disimak oleh para pengunjung. Sesuai temanya kali ini yaitu Metro Retro kaum metropolitan Jakarta akan diajak untuk menghargai kembali nilai-nilai historis, mulai dari buku hingga sepeda tua. Ragam inspirasi akan didapatkan melalui beberapa pembicara ataupun komunitas bernafaskan ’retro’ atau ’tempo doeloe’ yang akan mengisi Pecha Kucha Jakarta Vol.2 ”Metro Retro”.
Mewakili komunitas penggemar sepeda tua yaitu Sdr Fahmi Saimima selaku Sekjen KOSTI, pembicara lainnya mewakili masing2 komunitas yaitu : Hanna S. Kasino – Lembaga Warkop Indonesia – “Warkop DKI” , Soni Gumilang – Indonesian Railway Preservation Society – “Ada Apa Dengan Kereta?” , Asep Kambali, Khi – Jakarta Heritage Community – “Komunitas Historia Indonesia” , Daniel Supriyono – Komunitas Djadoel – “Barang-barang Djadoel” , Ferry Diananto – Komunitas Djadoel (Tin Toys & Graphics) – “Mainan dan Grafis Kuno” Avonso Dali – Komunitas Djadoel (Old Books) – “Buku-buku Kuno” Dadi Krismatono – Komunitas JalanSutra – “Jajanan Retro Indonesia” ,Anton Widjaja – Es Teler 77 – “Sejarah Es Teler 77” , Robby Djojosaputro – Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI) – “Vintage Automotive” , Anwar Syarifuddin – Lomonesia – “Tips & Tricks Efek Retro dengan Lomo” ,Bingky – Bingky Biker’s Station – “Vintage Big Bikes”
Sedikit gambar suasana dan contoh slide komunitas sepeda tua yang diperagakan pada Pecha Kucha vol. 2 yang dilaksananakan di salah satu restoran di Jakarta pada tanggal 18 Juni 2009 lalu :

kamilah sahabat bumi sejati, yang tanpa sadar.. telah berani bertindak untuk melakukan sesuatu bagi bumi tercinta. Courtesy : mr.sahid nugroho http://www.sepedaonthel.com/kontak_galeri1.htm
Semoga apa yang ditampilkan bisa menjadi informasi, inspirasi dan motivasi bagi masyarakat umum terhadap keberadaan sepeda tua di Indonesia…























onthelis ga da duanya… ‘most jempol’
Event yang luarbiasa menarik untuk ditiru. Salut!
Halo Mas Heru “wong cilik”, nuwun sewu, potret-potret pada slide pertama “sahabat bumi sejati” mohon disebutkan juga sumbernya yakni http://www.sepedaonthel.com.
Potret-potret tersebut saya ambil di daerah Jogja dan Klaten sepanjang tahun 2007. Saya ingin mengangkat realita bahwa sepeda onthel benar-benar “migunani kagem sedaya” (berguna bagi setiap orang). Versi lengkap bisa dilihat disini:
http://www.sepedaonthel.com/kontak_galeri1.htm
Selamat yo lek fahmi bisa mewakili onthel diacr pecha kucha,gimana tanggapannya penonton diacr itu tentang temen2 onthel?
Hebat….. Salut.. kang Fahmi dkk
Keren………..
kalau ada vol: 3 pls info ( maaf kurang update nih..hhh)
Onthel…top banget…salut buat KOSTI..gs percuma punya sekjen yang jempolan..
Cing sekjen..kate ane juga ade di koran..kaga percaye aje..ntuh di FB ane ade guntingan korannye…
selamat buat onthel di pecha kucha vol.2
mohon maaf,
hari itu rencana ikut menyaksikan
tapi disuruh lembur gaweyan …
Wuih…huebat pisan nak pahmi…….onthel is namber wan……uhuk….3x
terima kasih..
support dan do’anya, saat acara banyak rekan2 dari B2W rogad yang beri standing applause, dan peserta acara juga banyak yang kagum.. karna saya mengungkap sisi lain dari sebuah komunitas, penggemar dan pengguna sepeda onthel.
makasih dan maaf buat mas sahid, foto2 ne jadi bahan referensi..
next…
Tunggu saja Pameran Sepeda, Assecoris & parts tingkat nasional…. (screening masterpiece), Workshop, seminar dan lainching buku..
Insya Allah akhir tahun 2009
We lha dhalah Mas Bahtiar dah muncul lagi ” Sungkem kagem panjenengan lam kangen nich dari ” KONTJI ” Komunitas Onthel Tjiledoeg “
Wauuuuuuwwwhh,,
Pokoknya,, salut buat Kang Sekjen yang bisa membawa nama sepeda TUA benar2 ada,,bukan hanya dahulu,,bahkan sampai sekarang,,dan yanga akan datang,,
tak ada matinya,,
terima kasih Pak H Dimas,Kang Fahmi,dkk di KOSTI
love u KOSTI,,,
T.O.P buat kang Fahmi & RomBonGanYa, Salut buat Onthelist di Tanah Air Tercinta ini…
salam Onthel KOTA Daeng!!!
sip onthel makin jaya adja
hiks…….ane salut ame ente cing betmen…….teruskan perjuangan mu nak…….hiks
Siip kang Sekjen… promosi yang efektif akan memberikan hal yang positif buat KOSTI > Sukses kang.
and ditunggu pameran Sepeda, Assecoris & parts tingkat nasional…. (screening masterpiece).
Salam.
@ Wong Cilik
Terima kasih Mas Heru atas apresiasinya.
@ Sekjen
Silahkan Bung Fahmi kalau mau menggunakan potret tersebut sebagai referensi sosialisasi komunitas sepeda onthel. Semoga bermanfaat. Good luck!
Barangkali menjadi bentuk keprihatinan kita semua, karena setelah diteliti pada Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang baru saja disahkan DPR pada bulan Mei 2009 lalu, ternyata tidak ada satu pasalpun yang secara eksplisit menyatakan keberadaan jalur sepeda sebagai fasilitas jalan. Hanya pejalan kaki yang secara legal difasilitasi sebagaimana terlihat pada kutipan di bawah ini:
Bagian Ketiga
Perlengkapan Jalan
Pasal 15
(1) Untuk keselamatan, kelancaran, dan ketertiban lalu lintas, jalan wajib
dilengkapi dengan :
a. aturan perintah dan larangan yang dinyatakan dengan
alat pemberi isyarat lalu lintas, rambu-rambu perintah
dan/atau larangan, dan marka jalan;
b. petunjuk dan peringatan bagi pemakai jalan yang
dinyatakan dengan rambu petunjuk dan rambu
peringatan serta tanda-tanda jalan lainnya; dan
c. fasilitas pejalan kaki pada jalan tertentu di kawasan
perkotaan.
(2) Untuk keselamatan pengguna jalan, jalan dapat
dilengkapi dengan alat pengaman pemakai jalan.
(3) Untuk ketertiban penggunaan jalan, pada lokasi
tertentu pada jalan lingkungan dapat dilengkapi
dengan alat pengendali pemakai jalan.
(4) Jalan dapat dilengkapi dengan fasilitas pendukung
kegiatan lalu lintas.
(5) Ketentuan lebih lanjut mengenai perlengkapan jalan
diatur dalam Peraturan Pemerintah.
Jadi hal inilah yang perlu diperjuangkan oleh semua komunitas pesepeda di Indonesia. Saya tidak memahami mengapa sepeda sebagai alat transportasi alternatif yang ramah lingkungan dan tidak memerlukan subsidi BBM justru tidak diakui keberadaannya dalam UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Kita sejujurnya “kecolongan” di level UU, tetapi kita masih ada harapan di level Peraturan Pemerintah.
Kayanya ini acara hanya untuk orang jakarta doang,
mantabbbb..euy…
keren buuuuangetttttt om fahmi…..
selamat dech buat anda…. ternyata sepeda onthel masih mendapatkan sesuatu yang lebih di hati penggemarnya…
salam kami dan teman-2 dari desa kecil di bantul.
selmat n sukses sllu buat mas sekjen-KOSTI pusat yg seakan tak prnh berhnti mmperjuangkan dan berbuat lebih…….demi ontel di nusantara.salam KOSTUM komunitas sepeda tua makassar
wah.. ternyata seru ya?
jadi nyesel ga dateng (lagi) pas pechakucha..
(doh)
to.ryan
acara ini bukan untuk acaranya orang jakarta loh.. tapi untuk semua komunitas jadul di indonesia, inikan baru awalnya saja tapi tujuannya adalah untuk membentu/melestarikan budaya bangsa yang nantinya dikontrubusikan keseluruh indonesia….he…he…he
beruntung komunitas onthel memiliki orang orang seperti
pak sahid nugroho
kang fahmi sekjen
prof.andyt
KOSTI
dan blog ini
karena dengan adannya orang orang diatas sepeda tua ini terasa gak ada matinya
menanggapi tulisan pak sahid diatas betapa sedihnya kita bawasanya sepeda yang merupakan tranportasi murah meriah dan tidak berpolusi masih ditambah non subsidi BBM terlepas dari undang undang lalu lintas
saya berharap ataupun harapan kita semua, semoga sepeda dapat mendapatkan jalur khusus
ini yang harus kita perjuangkan bersama
kita dukung deh dari jauh
Acara yg bagus dan mungkin perlu dilakukan juga di semua kota di Indonesia.
Memang sudah seyogyanya buat KOSTI utk selalu mensosialisasikan seluk beluk dunia onthel dgn segala aktivitasnya, serta nilai historis/nostalgia masa lalu.
Yang jelas paara pengguna onthel pada saat ini masih kurang terlindungi, baik dari sisi regulasi, keselamatan maupun kenyamanan bersepeda di jalanan.
Mari kita bersama-sama mencari solusi ini demi kenyamanan kita bersama dlm bersepeda di jalan.
Hidup onthel, the real of bicycle…
kegiatan yg dibikin KOSTI demi kemajuan onthel layak kita dukung kung kung….
duh jadi penasaran,Jadi pingin lihat siaran ulangnya,
lebih seru mana ya kalo dibandingkan dengan debat
CAPRES ?????????????????????
Mas Djodjo piet tmii, yang pasti lebih seru ngontel bareng dah trus nguber gazelle pake philips, pasti dah seru dah………. katanya mau kirim gambar di onthelistmii.wordpress.com,,,,,,,,,,,,,,,, kita tunggu nyo