Mas Ikbal seorang penggemar sepeda dan simpatisan dari komunitas Bike to work, yang hobi mengoleksi sepeda – sepeda type sport modern beberapa saat lalu berkeinginan untuk memperluas ruangan agar koleksi sepedanya yang makin banyak bisa tersimpan dengan baik. Suatu ketika disaat mas Ikbal sedang membereskan garasi ternyata di sudut ruang tersebut teronggok sepeda tua dengan kondisi kusam berdebu dan kotor. “Itu sepeda Almarhum Bapak” tutur seorang pembantu di rumah tersebut, sempat terlintas untuk menyingkirkan sepeda itu di gudang belakang.
Namun setelah kejadian hari itu selama beberapa malam mas Ikbal selalu “diganggu” oleh mimpi bunyi kring kring kring sepeda tsb….seakan pertanda supaya niatnya untuk memindahkan sepeda itu harus diurungkan. Melalui bantuan rekannya yaitu mas Adjie dari KOBA dan juga Bang Iwan Caweng teknisi KOBA akhirnya dicobalah untuk mencari identitas sepeda ini lebih jauh.
Ternyata setelah di bersihkan sana sini, dipompa, dan cek kelayakan pakai ternyata : “Gazelle Bung”!!, saat restorasi pertama yang menghabiskan satu malam, Om Ajie dan Bang Iwan tidak berani untuk membongkar sana-sini karena setiap melihat, merasakan dan mengutak-atik sang gazelle seluruh bulukuduk merinding,bahkan, saat sepeda yang baru dibersihkan ini difoto, telah mengorbankan satu kamera digital rusak, ketika difoto lagi dengan kamera lain ternyata bisa, namun saat mau di save di Laptop giliran Laptopnya yang hang dan rusak, ada apa gerangan..? akhirnya setelah merujuk dan mengkomunikasikan hal ini ke Bang John (ketua Koba) berseloroh untuk ditirakain aja… alhasil malam itu juga.. mereka bertiga berangkat ke Taman Makam Pahlawan Nasional Kalibata untuk mempertemukan Gazelle dengan yang empunya. Masalah datang lagi karena TMP Nasional tutup malam hari, setelah sedikit memaksa akhirnya diperbolehkan, namun Sang Gazelle DILARANG MASUK karena untuk menjaga kehormatan TMP dan tata tertib. Ketika diyakinkan bahwa yang ingin menjenguk malam ini ke makam adalah sepedanya barulah dipersilahkan.(mungkin sepeda ini yang menjadi Sepeda pertama yang masuk TMP Nasional Kalibata.). Sang Gazelle pun “bertemu” dengan empunya.
Esoknya mulailah dilakukan proses restorasi. Bang Iwan mengurusi perbengkelan, dan spare part, lalu didatangkan pula Dr.Niko (dokter spesialis poles chrom Harley Davidson) yang butuh waktu 2 hari dua malam untuk proses restorasi sepeda ini.”Biasanya gue cuma tiga jam kalau moles harley.. ini sepeda kaya gini aja dua hari” tutur Dr. Niko saat diceritakan kembali oleh mas Ikbal. Beginilah penampakan setelah restorasi :
Akhirnya sang Gazelle 2229444 (nomer cantik) kini disimpan di ruang kerja Almarhum Bapak bersama koleksi medali, keris dan lainnya.
Mas Ikbal adalah menantu dari si pemilik sepeda ini yaitu :
Beliau adalah mantan Wakil Presiden Republik Indonesia yang ke 4 pada masa bakti 1983-1988.
Terima kasih kepada mas Ikbal dan keluarga besar Umar Wirahadikusumah yang telah berkenan berbagi cerita kepada sdr Fahmi Sekjen KOSTI yang kemudian melanjutkan cerita ini kepada kami semoga bisa menambah wawasan sejarah kebangsaan dan meningkatkan rasa cinta tanah air.
Kami berharap suatu saat sepeda ini bisa disertakan dalam event2 pameran sepeda tua sehingga pecinta sepeda tua di Indonesia bisa melihatnya secara langsung.



























sepeda diatas pasti ga ada cacatnya…pasti orisinal semua…saya yakin…sadelnya aja cantik kaya gitu…salut buat keluarga mas Ikbal…..
Hebring uey …!!!
Merinding……….
Salut Salut …….. jikalau Bapak Umar Wirahadikusumah masih ada pasti beliau ikut serta melestarikan sepeda tua…. Semoga Beliau diterima disisi Allah SWT …. amin.
Salut dan hebat….
lengkap sudah!,
sepeda kren,
pemilik pertama
yang punya wakil presiden,
ceritanya serem
mantab!
GAZELLE ………..memang diciptakan untuk yang bercitarasa seni tinggi.
Lestarilah onthel Indonesia……..
wuisssssssssssshhhhh,,
Mas Iqbal,,mancen oye,,full segalanya..
selamat atas di “temukannya” Gazelle istimewa dengan latar belakang sejarah yg istimewa pula..dan salam kenal buat mas Ikbal..
Subhanaallah …Maha suci Allah dengan segala macam ciptaanNya, cerita ini mungkin bukan untuk yang pertama kali. Sebagai orang yang beriman kita mesti menghargai cerita ini namun bukan lantas menafsirkan yang macam-macam, karena bisa jadi dengan cerita tsb akan menimbulkan kemusyrikan. Barang kali dari rekan-rekan yang berasal dari Jawa Tengah cerita seperti ini banyak dijumpai bukan pada bentuk phisik sepeda saja namun bisa jadi pada bentuk barang lain. Tidak ada sesuatu yang mustahil dihadapan Allah semuanya serba mungkin. Mari kita belajar melihat dan menafsirkan sesuatu dengan pemahaman yang sederhana dan yang terpenting adalah saling menghargai, untuk mas Iqbal kami turut bangga karena sudah tergerak hatinya untuk ikut melestarikan asset cagar budaya yang saat ini sedang dan akan tetap digandrungi selamanya. Terakhir semoga dikesempatan lain Gazelle seri 2 nya bisa digoes ke HI. Sekali lagi Selamat buat mas Iqbal.
ajaib…
takjub….
bangga…
iri….
selamat kang ikbal atas temuanya,,,semoga menjadi sejarah di dunia peronthelan dinegeri ini
dan trend kedepan setelah fongers mungkin adalah sepeda ex pejabat atau pahlawan di Republik ini yang paling di cari…
warisan nya benar benar harta karun yang tak ternilai, salut buat koleksinya..
Sungguh indah benar kisah ini dan menjadi hal yang patut diteladani. Merawat kembali sepeda kesayangan orangtua yang sudah wafat sebagai wujud bakti anak yang sholeh kepada orangtuanya. Salam dari Jogja never ending onthel.
gazel cing mantab…
Subakhanalloh…istimewa nian sepeda almarhum Bp Umar Wirahadikusumah..
If I understand this correct this has been the Gazelle bicycle of Umar Wirahadikusumah, and he was the president of Indonesia from 1983-1988.
The bicycle is a Gazelle made in 1968, it has the original Gazelle-sidestander (jiffrey) as you see very often on old Gazelles in Holland.
In Indonesia I see most of the time only the standers mounted at the backwheel.
In Hollnd you never see these.
It looks to be a nice and original Gazelle, and I can not see it sharp on the photo’s, but I think this one has the smaller “sports”-spatborden (fenders) that Gazelle also used on the sports-type bicycles in those years.
These spatborden are rare on the traditional type black Gazelle lady-model bicycles.
Greetings from Belanda,
Andre
sepeda bagus dengan latar belakan cerita yang menarik….
selamat buat mas iqbal, semoga selalu menjaga sepeda ini…
Cerita yang luar biasa.
Beliau (Bpk. Umar Wirahadikusumah) merupakan wakil presiden ke 4 memiliki sepeda gazelle dengan nomor seri yang cukup antik, salut buat mas iqbal telusuri trus mas dokumen yang terkait dengan sepeda tersebut.
@ Andre
Bpk Umar Wirahadikusumah is not the President of Indonesia but he was the vice President of Indonesia
Thanks
That’s true story…!!!
byuh-byuh-byuh…..tak pikir model 2229444 MTB,
ternyata…..mmm sepeda yg layak di koleksi….
Mantap dan bersejarah itu pasti.
mas iqbal kalo sepedanya ditukar dgn salak n kelengkeng masing2 1 kontainer boleh nggak ? soalnya kerjaan saya cuma petani dilereng merapi pengen punya gazelle tapi punyanya cuma salak n kelengkeng doang. wakakak….
ternyata mas iqbal doyan onthel juga… dulu waktu study di negeri kangguru [1992] dia koleksi mobil corolla kuning..terakhir yang saya tau dia koleksi MOGE…welcome to the onthel world bro….
PEMBERITAHUAN
Bersama ini kami beritahukan adanya perubahan nama kepanjangan KOTA (Koetaboemi Onthel Tangerang) menjadi KOTA ( Komunitas Onthel Tangerang) perubahan nama ini didasarkan hasil musyawarah teman onthelis Kota pada hari Minggu, 4 Oktober 2009 di Taman Makam Pahlawan Tangerang.
Adapun pembentukan susunan kepengurusan KOTA (Komunitas Onthel Tangerang) akan diadakan Musyawarah kembali.
Perubahan Nama Komunitas ini agar dapat diketahui oleh Seluruh Komunitas Onthel di Indonesia, dengan adanya perubahan ini kami berharap dapat menyebar virus onthel khususnya wilayah tangerang dan sekitarnya.
Tangerang, 9 Oktober 2009
T T D
Komunitas Onthel Tangerang (KOTA)
Salam kenal buat Mas Iqbal,
Semoga sepeda ini tetap terawat dan terjaga kelestariannya…
Juga semoga Mas Iqbal juga mulai mengkoleksi sepeda onthel dan ikut meramaikan jagad peronthelan di Indonesia…
Hidup onthel…
Salam kenal buat Mas Iqbal,
Semoga sepeda ini tetap terawat dan terjaga kelestariannya…
Juga semoga Mas Iqbal juga mulai mengkoleksi sepeda onthel dan ikut meramaikan jagad peronthelan di Indonesia…
Hidup onthel…
GAZELLE EMANG SEPEDA ORANG NINGRAT!
GA BISA DI PUNGKIRI LG!
Usul ultah PODJOK bisa menghadirkan punya mas Iqbal biar pada bisa melihat sepeda bersejarah tsb nuwun..
ih……….merinding baca nya,,,
Bener nak, sepeda memang harus ningrat (ning ratan)…uhuk….3x, kapan duwe Gazelle……????? uhuk…3x
salam kami utk kel bpk Iqbal…
Sepeda bersejarah
atau
Sejarah bersepeda
sama-sama perlu kita ketahui
Ingat dengan “JAS MELON”
(Jangan Sekali-kali Melupakan Onthel)
Salam onthelklaten buat Onthel Nusantara
Semoga onthel tetap bisa lestari…..
dan lestari tetap bisa ngonthel….
@ Mas Met
Setuju Mas, kalo didusunku namanya ” JAS BUKAK IKET BLANGKON ” artinya sama juga sami mawon alias podo wae, salam kagem Mbah Roko, dah sembuh mbah watuke…?
Wah teman-teman sudah pada komentar banyak termasuk Meneer Andre Koopman yang from far away , tapi tuan Iqbalnya mana ………? mungkin kagak ni membaca komentar teman-teman ? mungkin diam adalah emas .
Assalamu’alaikum wr kawan-kawan semua..
maaf baru bisa liat artikel yang menarik ini
kemarin baru kembali dari Padang untuk membantu saudara-saudara yang kena musibah dan balik ke Jakarta langsung nemenin si bungsu yang opname gara-gara kena demam berdarah dan alhamdulillah sejak jumat 23 Oktober 2009 sudah boleh dibawa pulang, walau belum pulih 100%
Makasih kepada kawan-kawan yang sudah memberikan respon dan komentar yang baik atas salah satu barang bersejarah yang sempat saya ’selamatkan’ dengan bantuan Kang Adjie, Kang Iwan dan pa Nicko.
Tanpa beliau-beliau yang telah membantu dengan hati ikhlas Gazelle milik alm. Bapak Umar Wirahadikusumah tidak akan bisa sampai pada kondisi seperti ini.
Gazelle no 222-9-444 sekarang sudah disimpan dalam ruang kerja Alm Bapak sesuai saran dari kawan-kawan dan kadang-kadang dipakai juga pada saat Car Free Day di sepanjang Thamrin dan Sudirman.
Bila ada kegiatan dan acara saya akan sangat senang bila bisa hadir dan membawa sepeda ini untuk dapat kenalan dengan kawan-kawan pencinta sepeda Onthel di Indonesia.
Saya dapat dihubungi di irwilis@centrin.net.id
Sekali lagi terima kasih atas tulisan artikel ini, dan juga komentar-komentar yang menggembirakan dari kawan-kawan semua
mohon maaf bila agak terlambat merespon artikel ini karena kesibukan dengan keluarga,
wasalam,
iqbal
Saya kagun dengan peninggalan bapak almarhum kita
seakan akan setiap barang ada yang empunya,apalagi
seandainya perawata yang diberikan ama yang memakai
nya barang kali setiap saat pasti ada isyarat yang mem-
berikan petunjuk atau sinar untuk memudahkan melaku-
kan suatu kegiatan.
Begitulah kira-kira penafsiran yang ada di benak hati
yang paling dalam.
Salam kenal Mas Iqbal,,,,
Salut atas kerja keras Mas Iqbal dalam restorasi Gazelle 222-9-444
Saya barusan diberikan (free) oleh seseorang yang sangat saya hormati dan saya segani, beliau telah memberikan Gazelle 112-9-424 jenis laki-laki, beliau suruh milih antara yang perempuan atau laki-laki, saya milih yang laki-laki.
11 tahun yang lalu sepeda ini telah teronggok disudut rumah beliau yang besar, baru kali ini saya dipercaya beliau untuk merawat. Mungkin sobat2 ada yang tahu kira2 tahun berapa sepeda in dibuat.
Hidup onthel