Kepada
Mas Admin WIWINAKED,
Berikut saya kirim gambar2 sepeda koleksi saya. Sepeda ini saya dapatkan
menjelang Hari Pahlawan pada bulan Nopember 2009. Mula2 tidak ada yang
menarik dari sepeda ini selain berupa sepeda onthel biasa yang telah dicat
ulang dengan jelek dan keluar dari pakem Fonger.
Seminggu kemudian sepeda
ini saya restorasi mulai dari pengecatan, pemasangan transfer merk,
pemasangan sparepart yang cocok.
Untuk kepentingan tersebut saya sangat
dibantu oleh Kang Andyt sang Ahli Fongers. Untuk spare part saya dibantu
oleh Mas Sahid Nugroho dengan Sadel Lepper-nya, Mas Yanto Surabaya dengan
Fork depan Fongers-nya.

Tak berhenti sampai di sini, perjuangan belum final karena beberapa spare
part yang menempel bukan original.
Hasil sharing dengan Kang Andyt dan literatur yang saya baca, Fongers ini
kemungkinan besar buatan 1903, karena jumlah digit no frame hanya 5 digit
berada di bawah bracket. No frame tidak tercetak di bawah sadel.
Berikut ini adalah spesifikasi Fongers CCG 60 koleksi saya :
1. Lampu minyak merk Lucas Silver King
2. Sadel Lepper Driever
3. No frame 12666
4. Kunci Hopmi
5. Hub belakang Topedo Versnelling dg 36 lubang
Mohon masukan dari rekan2 onthelis tentang sepeda ini.
Terima kasih
Salam,
Dodik PASEKUM, Jember



















Gantenge!
Mantap!
Mudah”an gantengnya kaya yang punya. Amien..!
selamat mas Dodik PASEKUM,semoga kerja keras dan pengorbanan anda selama ini terobati dengan hasil yang dicapai sekarang.
keren euy….
tp dinamonya ngga dilepas aja mas ?
Dinamo kelupaan nggak dilepas.
top .. top … markotop sepedanya, tinggal digowes besok Maret di Tuban …
acara di tuban maret tanggal brp
ini model remnya gimana ya?…
keren mas…
Hallo mas Dodik,salam kenal dari Jogja.
Banyak yg bilang kalau fongers dibawah thn 1920-an utk.no.seri dan no rangka jadi satu di frame depan dibawah stang, bukan dibawah sadel. Dan jumlah angkanya sekitar 5 digit. Sepeda ini cukup langka, krn sangat tua dan jmlhnya sangat terbatas. Saran saya, dinamo dilepas saja, lalu utk gir depan dicari yg model obat nyamuk, kunci model huruf U, sepasang velg kroon prinze dsb. Maaf, hanya saran saja.
Terima kasih banyak Den Bagus PODJOK. Memang beberapa part bukan ori dan masih terus saya carikan part ori. Dan kebetulan saya punya 2 koleksi CCG 60 yang part-nya juga ada yang bukan ori, perjuangan mencari spare part masih panjang. Untuk no rangka di bawah stang sepertinya udah hilang. Di bawah sadel tidak terdapat no frame.
dasyat……pingen pegang biar deh bentar aja.ca yo
Adakah yang bisa bantu identifikasi Fongers DF-55…
ikutan sharing juga..
http://sapedauntopadang.wordpress.com/2010/01/15/fongers-df-55/
regards
boim padang
salam ontelis
Siip sepedanya,memakai perseneling +rem,terpedo bikinan cina gold dear ,bisa di carikan yang model botol tapi memang sulit dapat,dan kadang 2 ada tapi di bagian asnya sudah rusak,dinamo bisa di taruh bagian body belakang,bisa untuk menghidupkan lampu2 belakang ,selanjutnya terserah pemilik karena kalau mau di bener orikan memang sulit di dapet dan kalau ada harganya cukup lumayan mahal,tapi sepedanya sudah TOP bung!!.
emang para penggemar yang serius, selalu mencari parts yang cocok ( original) untuk sepedanya dan kalo parts bagus tapi asal( bukan punyaknya) kalihatan kurang pas ya, bahkan untuk assesoris optionalnya-pun akan dicari yang se-merk dan dari tahun yang sepadan,misal gazelle tua dikasih bell gazelle muda juga kurang sreg, bukan main emang hobby yang satu ini! semoga keturutan punya sepeda bagus! amin.
mantaapp…..
mas hardi fangers naik kembang.
sorry
naik daun kata pa memet KST.
di kota sate di gedung kembang
Ontelis tercinta ,
Setelah mengamati dari foto-foto yang di tampilkan dan sepertinya kurang memberikan informasi secara jelas , saya pribadi tidak melihat ini adalah fonger CCG seperti yang di sampaikan , pertama adalah tempat baut tuas dari kawat rem nya yang tidak tampak kelihatan sama sekali baik di bagian atas pipa bawah diatas garpu maupun di bagian bawah sadel serta di bagian depan pipa dibawah sadel yang harusnya ada holder mati tempat pompa , atau ini sudah di hilangkan ? ini keharusan yang mesti ada sebagai ciri khas dari tipe fongers BB , CCG yang rem botol maupun yang model tarikan di bawah sadel ( model 1920 -1930 an ) , kemudian tidak adanya tulisan di leher depan yang menyebutkan ini CCG ??? ( keterangannya sudah terhapus ) selanjutnya nomer seri nya yang di mulai dengan angka 1 , bukan 2 atau 3 ??? dugaan bahwa ini buatan tahun 1903 pun tidak ada data pendukungnya , 5 angka bila di depannya ada hurup tertentu bisa jadi menunjukan ciri fonger setelah tahun 1940 keatas yang sepertinya cocok untuk sepeda ini , perlu di perhatikan bagian braket tempat ass tengah apakah ada 2 baut pengunci tempat crank case ( rumah ass tengah )yang bagian bawahnya terbelah ??? serta perlu di perhatikan juga ujung garpu bagian belakang karena bentuk BB dan CCG tidak terbelah seperti ekor ikan . dan sambungan garpu belakang ditandai dengan adanya dobel keni di bagian sambungan dengan crank case ??? Mohon maaf komentar saya bila mana salah , hal ini semata didasarkan pada foto yang di tampilkan – sementara detail pendukungnya tidak ada ! saya memandang pentingnya Hal ini serta perlu komentar yang kritis , karena situs kita ini di jadikan barometer yang di kunjungi oleh berbagai kalangan dan bangsa-bangsa di seluruh dunia – seiring dengan itu juga , kita mengetahui adanya penghargaan kalau situs ini sebagai situs ( blog )
terbaik dan tersehat dan sumber informasi sekaligus tempat bertukar pikiran , forum diskusi yang baik dan intelek.
wasalam
YUDI
ayo…fotonya ditambah aja buat bahan diskusi dan tambah ilmu biar tmbh pinter he.he..
Thanks Mas Yudi Marcopolo,
Comment dan masukan memang sangat saya butuhkan.
Klarifikasi.
1. Tulisan CCG tertera di rangka sebelah atas garpu depan.
2. Di bagian bawah bracket terdapat 2 baut pengunci dan bagian bawahnya terbelah.
3. Terdapat tulisan angka 12666 di bracket tersebut.
4. Supitan belakang menunjukkan ciri CCG, karena supitan atas dan bawah terpisah .
5. Tempat baut tuas rem pada frame tidak ada (entah aslinya begitu atau dihilangkan oleh pemilik sebelumnya). Saya pernah punya CCG 55 dengan model tempat baut tuas rem yang demikian.
6. Info yang saya dapat dari sharing dg para ahli Fongers, seharusnya no frame tertea di leher depan, berdampingan dengan tulisan CCG, tetapi di sepeda ini tidak ada, ini yang bikin saya juga nggak ngerti. Barangkali tulisan dihilangkan oleh pemilik sebelumnya pada saat perbaikan frame.
7. Ujung garpu depan memang seharusnya tidak terbelah, tetapi garpu sepeda ini terbelah (sepertinya ini garpu seri H atau D).
8. Tidak ada tulisan nomer frame di bawah sadel.
Terima kasih,
Dodik PASEKUM
salam ontelis
Semua tidak salah antara pendapat di atas ,kalau di titik dengan perjalanan waktu memang panjang untuk mengembalikan ke semula karena sudah tidak terhitung pemilik sebelumya ,yang mempunyai ide ,ternyata merubah keaslian (orisinil body) bolehlah kita kasih jempol karena kegigihan meretro sepeda fongeres tersebut dengan memadukan ,mengembalikan bentuk aslinya sangatlah sulit dan dalam waktu cukup lama.
FONGERES ,memang sedang naik daun ? memang benar di EROUPA sudah lama merk sepeda satu ini jadi buruan kolektor nomor 1 daripada sepeda hasil produksi merk lain selebihnya sepeda yang benar2 antik dan mempunyai keunikan sejarah tertentu saja, selebihnya hanya sepeda kalangan pegawai atapun rakyat biyasa , itu orang Belanda bilang ,tapi buat kita sebagai ontelis memang bangga sekali bila bisa memilikinya apa daya sepeda merk lainpun oke yang penting ikut ngontel heeeeeeee,kumpul bareng.
Great post and great Blog.
I live in China and write a blog about traditional Asian bicycles. I’d like to feature this bike on my blog, giving credit to you of course,
Please contact me directly
-JS
http://www.flyingpigeonproject.org
Great posting dan Blog besar.
Aku tinggal di China dan menulis blog tentang basikal Asia tradisional. Saya ingin ciri motor ini di blog saya, memberikan kredit kepada anda tentu saja,
Sila hubungi saya langsung
-JS
http://www.flyingpigeonproject.org
pongers numero uno
Salut untuk Mas Dodik yang berhasil merestorasi lagi Fongers tua. SAda baiknya foto sepeda dibuat detail misalnya utk bagian depan mulai fork, tulisan CCG di frame depan, gear tengah, as dan supitan belakang hingga setang. Bila ada gambar secara detail akan mudah mengidentifikasikannya. Dengan demikian teman-teman semua bisa melihat secara detail dan kemudian mengapresiasikan. Sekali lagi salut untuk anda yang berhasil merawat dan kemudian mengendarainya bukan hanya disimpan saja.
Mas Dodik sebagai sesama penggemar fongers saya salut atas perjuangan anda merestorasi sepedanya, memang untuk mengorisinilkan jenis sepeda ini agar sesuai dengan aslinya (CCG) msh banyak hal yang harus di lakukan.
Memang pernah saya jumpai jg ada fongers dg lebel BB di leher sebelah kiri diatas garpu tapi di rangkanya sama sekali tdk ada cenilan untuk tempat tuas rem setelah saya tanyakan ke pemiliknya dia bilang ini BB dengan opsi rem torpedo benar ato tdknya opsi ini saya juga belum pasti.
Btw sekali lagi selamat anda sudah memiliki fongers ini salam
Selamat ya mas Dodik salam Fongers selalu
hahaha sepedah jaman dulu yah, hmm ayah saya punya kalo mau di jual kira” laku berapa yah??
aLUSSS PIsannnn euyy
Apapun merk sepeda yang penting enak dikayuh, dan tidak merepotkan pemiliknya. Kalaupun ada dari rekan yang memiliki wawasan lebih tentang sepeda, mari kita jadikan kajian ini sebagai ajang pembelajaran bukan untuk saling mengumpat atau malah jadi ajang yang tidak bikin sehat pikiran dan kantong. Mari kita dudukan perbedaan itu menjadi sesuatu kekayaan yang musti kita gali bersama…..salam dari kami anak-anak “KONTJI” Komunitas Onthel Tjiledoeg! Akhirnya teriring salam buat Mas Sodik
berada di tangan yang tepat…
Thanks Mas Prayogo dan teman2 onthelis lainnya.
Punya sepeda harus enteng di pikiran, pas di ongkos dan sehat jasmani rohani. Banyak teman menyenangkan.
Salam,
Dodik PASEKUM
klo saya sangat2 tertarik dgn nmr rangkanya 12666,3 angka paling belakang mengagumkn dan menggiurkan….
hanya dapat frame sajakah??kok diterpedo??tuas remnya jadi gak fungsi dong….mungkin sementara ya?? memang benar nomor seri 5 digit angka di buat sebelum 1920….tapi kurang tahu kapan tepatnya mulai menuliskannya di bawah sadel…
Sepeda ini saya dapatkan dalam kondisi mengenaskan dengan spare part yang menempel tidak ori, sehingga saya ganti spare part yang saya punya.
Salam,
Dodik 0811350252
mohon petunjuk pak,
setahu saya setua apapun sepeda fongers itu nomor seri tetap ada dibawah sadel.
mohon tanggapannya.
matur nuwun.
The framenumber of very old Fongers bicycles(1903) and the framenumber is on the left saddle lug, always, if it is not there, it is not a Fongers, or the bicycle has once been stolen and the framenumbers where filed out of the frame….
There are a lot of other things different on very old Fongers, but only with very good pictures of details this can be seen.
If the bicycle of this photo’s is build in 1903, only the frame is that old, every single part of the rest is newer.
The frame I can not see good enough but there has to be a framenumber on the bicycle on the places I said.
The numbers under the bracket are very big for Fongers and they look a bit new…
But the old nickel oil-lamp is nice and it has a real new Lepper saddle ! that must be expensive in Indonesia, because these are expensive even in Holland.
Greetings,
Andre
A bit of the text fell away…(?)
The framenumber of very old Fongers bicycles(1903) and the framenumber is on the left saddle lug, always, if it is not there, it is not a Fongers, or the bicycle has once been stolen and the framenumbers where filed out of the frame….
There are a lot of other things different on very old Fongers, but only with very good pictures of details this can be seen.
If the bicycle of this photo’s is build in 1903, only the frame is that old, every single part of the rest is newer.
The frame I can not see good enough but there has to be a framenumber on the bicycle on the places I said.
The numbers under the bracket are very big for Fongers and they look a bit new…
But the old nickel oil-lamp is nice and it has a real new Lepper saddle ! that must be expensive in Indonesia, because these are expensive even in Holland.
Greetings,
Andre
Still a bit is missing, mayby now it is better….
The framenumber of very old Fongers bicycles (1903) and the framenumber is on the left saddle lug, always, if it is not there, it is not a Fongers, or the bicycle has once been stolen and the framenumbers where filed out of the frame….
There are a lot of other things different on very old Fongers, but only with very good pictures of details this can be seen.
If the bicycle of this photo’s is build in 1903, only the frame is that old, every single part of the rest is newer.
The frame I can not see good enough but there has to be a framenumber on the bicycle on the places I said.
The numbers under the bracket are very big for Fongers and they look a bit new…
But the old nickel oil-lamp is nice and it has a real new Lepper saddle ! that must be expensive in Indonesia, because these are expensive even in Holland.
Greetings,
Andre
Last time try ???
Still a bit is missing, mayby now it is better….
The framenumber of very old Fongers bicycles. older than 1903 (together with the type-code on the lug-place) ,were stamped in the frame on two different places, one is under the bracket, but these are most of the time almost invisible because of the ~100 years of dirt and rust on this place…
The other place where the framenumber, together with the type and model, were put on before appr.1903, was on the left side of the under-steering-lug.
This is always visible on these very old fongers, because it is deeply stamped in the left side of this lug when the lug was made, just above the crown of the frontfork.
If this framenumber and type is not there, the type only is on this lug (after 1903) and the framenumber is on the left saddle lug, always, if it is not there, it is not a Fongers, or the bicycle has once been stolen and the framenumbers where filed out of the frame….
There are a lot of other things different on very old Fongers, but only with very good pictures of details this can be seen.
If the bicycle of this photo’s is build in 1903, only the frame is that old, every single part of the rest is newer.
The frame I can not see good enough but there has to be a framenumber on the bicycle on the places I said.
The numbers under the bracket are very big for Fongers and they look a bit new…
But the old nickel oil-lamp is nice and it has a real new Lepper saddle ! that must be expensive in Indonesia, because these are expensive even in Holland.
Greetings,
Andre
The last one is O.K., throw away the rest please, i am sorry for these posting mistakes…
Andre
Talking about a bicycle with Fongers trade mark, I can only imagine and wish I had one. Even when I was a kid I could only see and touch it. I didn’t have the courage to borrow it from my friend since I was afraid something would happen when I rode it and I knew my parents could not afford even to pay for the repair. What I could do was just to imagine how enjoyable it was to ride an expensive bike.
When people got rid of their bikes (the old-fashioned one) and turned to motorcycles, that was the time when I could afford it. Unfortunately, I went on the wagon and started using a motorcycle instead of thinking about riding a prestigious bicycle.
Now I ride a bike with no identity. I don’t know its brand-name, where and when it was made, the company which made it, but fortunately it is enjoyable enough to ride on. I bought the bike at a Manggarai flea market at Rp 300,000.00 because I could not afford a bicycle with noted brand-name.
Three months ago my brother-in-law offered me an old bike with Phillips brand-name. Knowing that the bike was a cheap one and new ones are currently still produced in Indonesia, I turned it down politely because there wasn’t any sense of history when riding it. After he had told me that the bike had been used by my late father-in-law when he was young, I accepted it and had it sent to me. He said it was made before 1940. After knowing there was no serial number on the frame under the left saddle or anywhere else, I was so disappointed that I would never ride on it.
Please somebody let mo know where I can find the frame number. Thanks.
Best regards,
ma2n
Berbicara tentang sepeda dengan merek Fongers, saya hanya bisa membayangkan dan berharap aku bisa memilikinya. Bahkan ketika saya masih kecil saya hanya bisa melihat dan menyentuhnya. Saya tidak punya keberanian untuk meminjam dari teman saya karena saya takut sesuatu akan terjadi bila saya mengendarainya dan saya maklun orang tua saya tidak mungkin mampu untuk membayar biaya perbaikannya. Apa yang dapat saya lakukan adalah hanya membayangkan betapa nikmatnya naik sepeda yang mahal.
Ketika orang-orang menyingkirkan sepeda mereka (sepeda kuno) dan berpaling ke sepeda motor, itu adalah saatnya ketika saya mampu membelinya. Sayangnya, saya ikut bersama dengan orang-orang itu dan mulai naik sepeda motor daripada naik sepeda yang bergengsi.
Sekarang aku naik sepeda yang tanpa identitas. Aku tidak tahu mereknya apa, di mana dan kapan itu dibuat, perusahaan apa yang memproduksinya, tapi untungnya sepeda itu cukup nyaman untuk dikendarai. Saya membeli sepeda di pasar loak Manggarai sebesar Rp 300,000.00 karena saya tidak mampu membeli sepeda dengan merek terkenal.
Tiga bulan yang lalu kakak ipar saya menawarkan sepeda tua dengan merek Phillips. Mengetahui bahwa sepeda merek itu adalah sepeda yang murah dan saat ini masih diproduksi di Indonesia, saya menolaknya dengan sopan karena tidak ada nuansa kunonya ketika mengendarai sepeda itu. Setelah ia mengatakan kepada saya bahwa sepeda itu telah digunakan oleh almarhum ayah mertuanya ketika ia masih muda, aku menerimanya dan minta dikirimkannya kepada saya. Dia mengatakan bahwa sepeda itu dibuat sebelum 1940. Setelah mengetahui tidak ada nomor seri pada frame di bawah sadel kiri atau di mana pun, saya sangat kecewa da saya tidak akan naik di sepeda itu.
Kami mohon bantuan saudara-saudara sekalian di mana saya dapat menemukan nomor frame di sepeda tersebut. Terima kasih.
Salam,
ma2n
CCG ato BB biasanya punya tube kecil disudut pipa buat pegangan dari sistem rem dan terliat rumit, ini kok gak ada? mungkin varian CCG yang tuuuuerbaru ya..
Mas aku mau tanya bedanya fongers CCG ma BB tuh terletak pada apanya……………………….!
Kapan nih PODJOK maen ke TUBAN………………..!
Mas Dodik PASEKUM, pak Yudi, dan rekan-rekan semua,
mungkin ada hal yang kurang lengkap dari diskusi yang saya lakukan dengan mas Dodik per telepon yakni jenis dan ukuran huruf ketrikan pada frame sebagai identitas tahun pembuatan. Karena dilakukan dengan telepon, maka saya tidak membayangkan bahwa nomer frame ternyata ada di bawah braket, sementara bayangan saya adalah di dekat pipa sadel (dengan ukuran kecil) atau di bagian pipa frame depan (dekat kom stir bawah), itu sebagai penanda Fongers produksi sebelum tahun 1921. Saya mengajak anda melihat koleksi CCG mas Himawan dari Sidoarjo, yang bernomor frame 12***, tahun 1904 nomor itu menggunakan huruf yang ukuran kecil di atas mangkokan komstir bawah sebelah kiri (ketika setang dipegang dari arah pengendara). Angka itu dibawah tulisan CCG60 yang juga kecil. Sementara bagian braket bawahnya (tempat dimana sepeda sampeyan tertera nomer frame) justeru tercetak tulisan ‘GB’.
Kedua, mengacu pada nomer frame yang ada di sepeda BB varian produk sebelum tahun 1916, maka nomer frame diketrik pada sock bawah sadel sebelah kiri (arah berseberangan dengan ketengkas). Ukuran angka nomer ketrikan kecil dan rapat, terdiri dari 5 digit, contohnya di BB koleksi Prof. Andre Koopmans (27***) dan koleksi saya (38483).
Demikian koreksi dari saya terkait dengan nomer frame sepeda sampeyan ini, agar menjadi maklum dan dapat menjadi pembelajaran para penggemar sepeda Fongers. Jika dengan melihat foto dan angka seperti ini, maka saya menjadi ragu jika sepeda ini asli Fongers buatan tahun 1903.
Semoga maklum adanya, dan untuk selanjutnya alangkah baiknya bila konsultasi disertai foto dan detail penunjang, agar tidak terjadi miss-perception.
salam,
Andyt
@ blajaran:
Jika melihat tabel pada Serie of Quarantie Books sebagai data identitas sepeda Fongers, maka di kolom sebelah kiri setelah opsi type sepeda dan ukuran, maka akan ada jenis dan type rem, di sana tertulis berbagai type rem sepeda Fongers, ada yang bandrem, kawat U, torpedo/duurtrapp, bahkan zonder rem.
Dari data itu dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat sepeda CCG atau BB yang beropsi original tanpa rem kawat U atau botol, sehingga dudukan rem yang ada di sudut pipa frame tidak diperlukan, oleh karenanya tanpa ada bagian lobang untuk unit konstruksi tersebut.
Semoga menjawab,
Andyt
Ma2n, I do not know anything about your Phillips bicycle, I live in Holland and know a bit about the bicycles from here, Phillips is made in England but that is all I know about it. I’m sorry.
Greetings,
Andre
Thanks buat semuanya,
Kebetulan saya punya 2 CCG, yang satu adalah yang saya posting ini dan satunya lagi CCG buatan th 24. Dari pengalaman dan sharing dg teman2 semua, saya coba bandingin kedua sepeda ini memang ada beberapa perbedaan.
@ Andre Koopmans
Thank you very much for all explanation regarding my question about fame number. It really helps.
@ Andyt
Ma kasih mas atas penjelasannya.
No problem Mr Koopmans. Anyhow, you have been very helpful to us here in Indonesia. Talking about the comfortableness of riding a bicycle, I’d rather say that one with multiple speeds will be the best choice; however, that does not fulfill my satisfaction. I will be really satisfied when I can ride my own original old-style bike which I get with minimal price. It doesn’t matter if I have to take time building it bit by bit. After all, I realize I don’t have to worry about not being able to find my framenumber on my bike and believe I will get one someday.
In different posting you told us that you understood only about 5% of what we wrote in Indonesian language. I believe you will know it up to 70 to 80% when you use “Google Translate”. Why don’t you just give it a try?
Best wishes,
ma2n
Emangnya punya mas ” Arema Voice ” ada ” cenilannya ”
ya mas ????????????? hua…ha….ha…… kalau membuat cenil aja blitar ahlinya ……….
Mahir2 yak basa landane, kita jadi puyeng,padahal kita dhisit sekolah menyang cambridge,iku cedhak leicestershire belah kulane pos kamling tlogorejo.
Thank you very much Ma2n, I tried it and indeed, It is about 70 to 80% that is understandable now.
Only words that are not spelled 100% correctly in Malesian or words the translate-programme does not know are not translated and the words are sometimes collected in a strange way.
But if I read it two times I can realy understand most of it !
I am not a computer-lover and I did not know this programe, but I put it with my favorites now !
Greetings and good luck with your old Phillips bicycle,
Maybe you can ask mister Kurnia about it, he has an old Phillips too;
http://www.flickr.com/photos/30647859@N08/sets/72157622730874044/
Andre
asik juga…..
Thank you for the link you have given to me Mr Koopmans. I have already had a close look at the photos of Mr Kurnia’s Phillips bike. After comparing Mr Kurnia’s bike with mine, I can draw a conclusion that some original parts of my bike have been replaced with unidentified ones, the handlebar, chain ring, crank arm etc. Anyway I still believe that the frame is an original one even though there is no Phillips’ logo on the frame. So I have made up my mind that I would rebuild my bike with original parts sooner or later.
By the way, have you finished with your house which you built by yourself?
Regards
ma2n
Waw mantap sekalee sepedanya..
jadi mupeng neh…
ayo kang teruskan perjuanganmu merestorasi sepedanya supaya makin ciamik…
ngomong2 tentang restorasi sepeda, saya mohon masukannya dong dari suhu-suhu semua tentang pendekar tanpa nama punya saya..
disini neh..
http://apikudin.wordpress.com/2010/01/20/%E2%80%9Cpendekar-tanpa-nama%E2%80%9D-my-first-ontel/
Hatur nuhun…
salam onthel. kalau boleh ki demang berkomentar semua comment dari teman teman diatas sudah merupakan masukan yang bagus mengenai perkembangan sepeda pada masa lalu khususnya sepeda fongers jenis CCG. benar atau tidak sepeda tersebut CCG tak luput dari pencermatan yang sangat terbatas dari gambar tersebut diatas. ki demang salut pada mas dodik yang telah melestarikan sepeda tersebut. . . . pelihara terus sepedanya mas. . . . sampe anak cucu.
Iya kek(ki demang), uhuk….3x
Di Klaten ada Fongers CCG 58 Made in Japan.
Kenapa CCG 58, bukan CCG 55, CCG 60 ato CCG 65?
Apa benar Japan pernah buat sepeda Fongers?
Mohon masukannya. Terima kasih
liat sepedanya : http://onthelklaten.blogspot.com/2009/12/fongers-ccg-58-made-in-japan.html
ma2n-
You an also see some Phillips photo’s here.
http://www.flyingpigeonproject.org/2010/01/guest-roadster-phillips.html
Maybe you can find some details which indicate that yours is also Phillips, but I think this would be difficult.
@ Agung:
setelah kutengok situs Fongers CCG58 Made In Japan, maka:
Sepeda ini merepresentasikan banyak fenomena yang muncul terkait sepeda Fongers. secara frame jelas ini gaya dan model Fongers, walaupun pada braket bukan tipikal Fongers. Tulisan CCGyang khas Fongers berbeda type huruf angka 58 (bukan gaya khas tulisan angka pada produk Fongers) sehingga kemungkinan besar angka 58 ini ditambahkan. Termasuk ‘MADE IN JAPAN’ juga. Model keni dan tube depan atas bawah yang ‘bersabuk’ mengindikasikan bahwa itu bagian dari Fongers produksi sebelum tahun 1935. Model garpu belakang juga mirip yang dipakai pada CCG.
Ketiadaan nomer frame juga menjadi sesuatu yang dipertanyakan, mengapa bagian sisi terbawah braket (yang lebih mudah kotor) tulisan ketrikan sangat jelas terbaca A8 dan ‘MADE IN JAPAN’, sedangkan bagian bawah sadel yang relatif terlindungi bisa sedemikian aus, sehingga nomer frame tidak nampak. Jelas ini sengaja dihilangkan, bukan aus karena korosi atau karat, soalnya pipa sock tampak utuh.
Dugaan saya (In My Humble Opinion):
sepeda ini asli Fongers namun karena sesuatu hal (dicuri, diberikan secara tidak sah.. dll) menyebabkan nomer frame dan semua identitas sepeda itu dikaburkan dan diganti. Angka 58 pada CCG adalah semacam legalitas dari penyesuaikan dari ukuran sepeda setelah ditambahkan (dari 55) atau dipotong dari 60 atau 65.
Fongers adalah merek sepeda yang sangat ridig dan teratur pendokumentasiannya, sehingga sepeda yang dimiliki orang lain dan berpindah kepemilikan secara tidak sah relatif lebih mudah diidentifikasi pada Fongers dibandingkan merek lain, misalnya Gezelle atau Simplex. Demikian pula dengan modifikasi pada bentuk dan bagian frame, termasuk ukuran, akan menjadi nampak bukan rekayasa jikalau ukuran tinggi penampakannya juga diketrikkan pada batang frame. Oleh karenanya tulisan ‘MADE IN JAPAN’ adalah bagian dari seolah ‘upaya formalitas’ karena ukuran dan type yang modifikasi tersebut pasti akan memunculkan pertanyaan dan ambiguitas di orang lain. Maka diketrikkan tulisan “MADE IN JAPAN’ pada braket sebagai pembeda dari sepeda Fongers CCG orisinil lain, sehingga seolah menjadi legitimasi dari CCG produk Jepang.
Demikian komentar saya.
Mas Andyt,
Mantap real opinion-nya. Sangat menyegarkan dan menambah wawasan. Lebih jelas lagi kalo kita copy darat ya.
Dear JS,
Thanks for the link you have shared with me. I have seen the picture and compared it with mine. I am not good at identifying details of bike parts but at least I can see that some elements of my bike have similarities with the ones on the picture. The back fender, the lamp stand and the joint of the top part of seat stay connected to seat tube indicate that they are Phillips-made.
You are right that it’s difficult to determine the originality of my Phillips but your further comments would be highly appreciated.
http://sepeda.wordpress.com/2010/01/15/fongers-ccg-60-hasil-sharing/#comment-39588
JS
Sorry the above link containing the photos of my bike is wrong and here is the correct one:
http://www.flickr.com/photos/35845243@N02/?saved=1
@ Agung dan @ Andyt ,
Saya sangat yakin itu bukan Fongers CCG ataupun rubahan atau tambahan , tapi asli sepeda jepang buatan ASIA BIKE , sering kali di pakai merk TURANGA dan nama Indonesia lainnya , seperti Srikandi ,Arjuna , Merdeka , Boeroeng dst , silahkan lihat di tulisan tahun 2007 di blok ini , di sana ada komentar P.andyt juga , ini linknya
http://sepeda.wordpress.com/2007/11/26/mohon-petunjuk/
Dan sebenarnya ada satu lagi komentar saya pribadi di blok kita ini tentang si ASIA BIKE ini , tapi saya lupa judul treat nya , itu juga ada gambar crankcase dengan tulisan MADE IN JAPAN semacam itu , dan yang pasti saya punya Rangka sepeda nya dengan ciri-ciri seperti yang saya sebutkan tadi , tapi dalam versi sepeda kecil , jadi yakin 100 % , itu sepeda jepang.
Berdasarkan faktanya , Jepang setelah menjajah kita , banyak meng copy sepeda belanda dan menjualnya di Indonesia sebagai trik bisnis agar di terima oleh pasar kita , karena kita sudah terbiasa dengan produk belanda sebelumnya , produk jepang semacam itu banyak beredar setelah kita merdeka , karena kekosongan yang di tinggalkan produsen belanda dan jepang menggantikannya dengan trik-trik tsb diatas.
Saya ada beberapa buku sepeda Jepang lama tahun 1950 , yang bisa di jadikan acuan sebagaimana yang saya sampaikan.
wasalam
YUDI
Wah ternyata banyak sepeda di Indonesia dengan berbagai merk “Made in Japan” seperti sepeda cap Banteng ini.
( http://sepeda.wordpress.com/2009/04/16/sepeda-cap-banteng/ )
Ayo siapa lagi yang tahu sepeda “Made in Japan”
BANDOENG,.I’ll be there..
Ada yg punya stang fongers NED nggak ya?
No frame 12666, bawah braket.
Apakah bukan sebagai penanda urutan kode nomer produksi Fongers CCG?
http://xframe.wordpress.com/2009/03/18/ccg-60-itu-ternyata-%E2%80%98met-gereg-veloremmen-%E2%80%98bagian-2/
@ Soleh
Benar mas , kalau anda baca dengan seksama dengan apa yang di Tulis P.Andyt di blog nya itu , nomer di bracket bagian bawah hanya angka 66 rerakhir nya saja yang berhubungan dengan nomer framenya – artinya fonger CCG ini di buat tahun……? seri …..? tidak di ketahui – hanya urutan produksinya yang ke 66 saja , jadi Fonger ini belum tentu di buat di tahun 1912 , karena nomer di bracket itu nomer bracketnya bukan nomer seri sepedanya maupun tahun pembuatannya . perhatikan apa yang di sampaikan tuan Koopmann di atas , nomer seri sepeda tetap harus di bagian keni ( socket ) di bawah sadel sebelah kiri .dan itu harga mati .
salam
YUDI
Ya…ya…ya, harga mati….!!
Di sinilah nilai lebih dari hobi bersepeda apalagi sepeda kuno yang membutuhkan penelusuran panjang untuk mengetahui kapan sepeda tsb diproduksi, spesifikasinya seperti apa ketika sepeda tsb baru keluar dari pabriknya dan lain2. Akan jadi kepuasan tersendiri bagi pemilik yang bisa merestorasi sepedanya sampai betul2 kembali ori seperti baru. Untuk restorasi sendiri kadang membutuhkan waktu yang sangat lama (bisa 1 tahun atau lebih).
Perjuangan tak kenal lelah, itu kata lainnya. Tetapi lepas dari semua itu, ternyata bersepeda, berkumpul saling bercerita dan bertukar pengetahuan bisa menambah banyak teman, saudara yang nilainya bisa melebihi nilai dari sepeda itu sendiri. Dan satu hal yang penting bersepeda ternyata ikut berperan aktif mengurangi polusi udara. Green Planet gitu loh….!
Salam ontelis
Ngak salah kata mas Yudi K ,memang sudah harga mati !!.
ya…tetap di kayuh mas sepedanya, yang penting ngotel, siiip!!
ngomong-ngomong sepeda Asia, baik Indonesia, Jepang atau yang lainnya
saya ada info sepeda India
Ini aseli buatan negeri shah rukhan, gak mungkin jadi BB atau CCG wong pabrik-nya masih produksi kok.. hehehe
http://sapedauntopadang.wordpress.com/2009/08/06/sepeda-atlas/
Kalaupun mau restorasi ya yang kreatif dong seperti karya Uda Zamzami ini.. gak nipu, gak Bikin Pabrikan comotan
kapan perlu bikin patern made in sendiri :p
http://sapedauntopadang.wordpress.com/2010/01/26/unto-restorasi-extreme/
mas Dodik, bagi saya ini adalah salah satu langkah anda yang berani dan patut dicontoh teman-teman semua karena dengan share seperti ini ( walau kadang bertentangan dengan apa yang kita harapkan dari membeli sepeda tersebut pada awalnya ) mas dodik tetap dapat menambah ilmu bagi sesama onthelis yang lain juga berani untuk menerima apa adanya ( bertentangan ) dari harapan semula. secara pribadi saya salut dan terima kasih atas share dari mas dodik.
Mengenai pelacakan asal usul sepeda Fongers, silakan kirim email ke achlinja, pak Jos en Ghislaine Rietveld-Veerman di : rietvel3 ed xs4all dot nl. Beliau sangat terbuka dengan informaasi dan ilmu persepedaan….Pembelajaran utk kita semua agar tidak pelit2 bagi ilmu…
http://koncolawas.wordpress.com/2009/06/04/perjalanan-fongers-hd-55-2345-89/
Terima kasih teman2 onthelis semua. Alasan utama dari sebuah persatuan onthel adalah persamaan hobi. Seiring berjalannya waktu, maka timbul suatu perbedaan mulai dari pemilihan merk sepeda, spare part original sampai detail pakem sepeda. Yang jelas tidak ada hukum yang mengatur tentang hal ini. Semua pendapat dari teman2 tidak ada yang saya anggap sebagai sindiran, ejekan bahkan celaan. Semua saya anggap sebagai share dalam berbagi ilmu tentang dunia onthel ini. Kebebasan berpendapat adalah hak setiap orang. Semakin banyak koreksi yang masuk, saya semakin senang, karena tambahan ilmu buat saya. Mas Yudi, Prof. Andyt dan para SESEPUH ONTHEL (walaupun masih muda, red) , thanks atas semua masukannya.
Go Green…!!!
Selamat buat sampean-sampean yang baru aja “KETIBAN PULUNG” Dengan mendapatka seonggok besi tua buatan Pak Albert dari Groningen.Pongres sampean UUUAAPIIK POL………..
Ada Sebuah cerita…………..
Akhirnya datang juga
Pagi buta dihari selasa
Seonggok besi tua dari negri Belanda
Dikirim oleh Pak Tua dari Kota Tua
Menuju Malang tercinta
Dengan kondisi yang cukup mengenaskan
Hampir di setiap sisi dan lekukan
Terdapat bau teyeng dan karatan
Kropos…Tepos…yang sangat mengerikan…..
Saking Tuanya…ato memang tak dirawat pemiliknya
Saking beratnya beban di setiap pipa besinya
Ato memang begitulah adanya………
Sebuah “CCG” yang hampir mati suri
“60″ adalah angka hoki
“1287″ adalah Kemustahilan yang sangat berarti
tadi siang aku singgah ke tempat dimana CCG 60 1287 kini bersemayam….memang sempat merinding sebelum akhirnya bisa menjamah…Never ending Fongers!!!
hallo om” onthelers, sy br dpt sepeda Fongers jg,tp sy sama skali tdk tau mengukur keaslian sepeda tsb. Utk foto blm bnyk tp ad d FB sy.
Klo membaca dr posting yg sblmnya,d bwh jok ad huruf n angka sbg: A – 3510.. Dan ad tulisan lain yg sdh tdk kliatan.. Mohon pencerahannya ya Om.. Thx
To Augie Lengkey,
Tolong dong gambarnya diemail ke dodik@ewsi.co.id
Salam Kenal,
Dodik
@ Om Dodik: segera saya kirim.. trims
saya kemarin baru liat fongers diparkir di rumah penggilingan padi, kondisi stang ada tulisan fongers jelas banget tp pas handelnya ada bekas las2an, trus 2 tempat baut dibawah as tengah dah dimatikan/dilas, fork kyknya mash aseli, tutup rante yg tggl rangkanya doang. part yg laen dah gado2, slebornya biasa gak ada menthol ditengah. ada saran sepeda ini mo diapakan????
Muantab poll, saya ada juga yang sejenis tapi lebih mudaan ser PFG ( Philips Fongres Germany), tapi kondisinya udah gak kenceng, sama ada The Humber perempuan seri BV tapi persnelingnya agak SULOYO….
Mas Cleban memang harus sabar restorasi kakek2, Sampeyan ada di daerah mana? kalo di Yogya coba hubungi POdjok, kalo di jakarta bisa ke KOBA, KONTJI di Bunderan HI tiap hari minggu Pagi. Selamat Berusaha…..:)
di fongers ini ada ketrikan A8..? Audi?
Maaf agan-agan saya mau tanya perbedaan antara ccg 60 dengan ccg 55 apa ya?thanx agan-agan
setau saya kalau fongers ccg 55 itu ukuran tingginya 55 atau 22, sedangkan ccg 60 ukuran tingginya 60 atau ukuran 24, lebih tinggi…
mas andyt,
apa benar seri CCG 60 hanya keluar yang lehernya/tube depan panjang2? (uk. 24?) tok?
Permisiii, perkenalkan saya baru dapat kado ultah ke 47 berupa sepeda ontel FONGERS dengan nomor identitas 5 digit di bawah sadel sebelah kiri 13291. Sudah kubawa keliling bunderan HI hari minggu kemarin. Sudah kusemir. Sudah kuberi nama QUE VAN FONGERS, akan terus kugowes hingga ke negeri Belanda menemui makam leluhurnya Mbah Albert Fongers.