Met siang Mas Admin
Kegemaran menekuni dunia peronthelan yang sudah bertahun-tahun sangatlah menyenangkan bagi saya apalagi bisa mendapatkan kesempurnaan terhadap sepeda onthel yang kita sayangi. Dari berburu klitikan sampe pertemuan di event-event yang diadakan dari sebuah club menjadikan onthel yang kita miliki jauh lebih sempurna. Memang, semuanya perlu membutuhkan waktu, kesabaran dan juga biaya tentunya tetapi semua itu akan terbayar setelah onthel yang kita miliki berdiri kokoh dan enak dipandang.
Saya juga ingin menampilkan koleksi Gazelle Seri 1156576 ukuran 24 produksi buatan tahun 1955 yang saya dapatkan dari proses yang panjang untuk mencapai suatu kesempurnaan hingga akhirnya menjadi sepeda onthel yang enak dipakai dan asyik dipandang mata.
Best Regard
Winanto



















Satu kata…cantik…!!!
salah satu Sepeda Gazelle yang pantas di banggakan, selamat buat pemiliknya
@koleksi yg menawan.. selamat pak Winanto.
Wooowww…kereennn basikalnya
Tapi lampu n dinamo nya kayaknya perlu di mechingin ya…
hehehe..
maaf kalo coment nya kurang sempurna
jos gandos, top markotop, sebuah pencapaian kesempurnaan yang tanpa lelah.
selamat menaiki mercedez kayuh mas win
Inilah sepeda seperti yang kuidamkan selama ini.he he
hm… nyam nyam… sama Mazda zoom zoom enak mana ya…?
andai saja, saya yang memilikinya…hemmmm…..!
enak di pandang, enak di kayuh, kombinasi yg sempurna
Bikin gak bisa tidur nih… keren bro…
Dua jempol keatas untuk sepeda luar biasa ini .
Nilainya sembilan koma……………………………
Lampunya sepertinya perlu ditukar tambah……….????
salam
YUDI
Maaf mengganggu obrolannya, mohon perhatian utk info ini, telah terjadi upaya pencatutan nama prof andyt atau andrian dekstisa dgn modus menjual speda atas nama beliau, waspada bila ada penawaran sepeda tua melalui fb atau sms dgn mangatasnamakan prof andyt atau andrian dektisa, karena hal hanya upaya pihak2 yg ingin mengambil keuntungan sepihak dgn cara merugikan pihak lain.Info ini bs disebarluaskan dgn harapan tdk terjadi kerugian dan jg pencemaran nama baik. Trm kasih atas perhatiannya.
86….Lanjut…
Interupsi,
Diberitahukan bahwa ada upaya pencatutan nama prof andyt alias andrian dektisa dg modus menjual sepeda tua atas nama beliau,waspada bila ada penawaran sepeda tua melalui fb atau sms atas nama prof andyt, karena itu adalah pencatutan nama krn prof andyt tdk menjual sepeda koleksinya (paling tdk sampai info ini diterbitkan)
uapiik tenan kang
Melihat sepedanya, hanya ada kata mantep bener dan bener-bener mantep kata Bang Roma Sempurna.
Selamat untuk Pak Winanto atas klangenan yang indah. Proses rekondisi sebuah sepeda ibarat “the long and winding road” namun menarik untuk ditempuh. Penampilan sepeda yang sangat menghibur hati baik saat dipandang maupun ditunggangi menjadi imbalan luarbiasa atas investasi waktu, tenaga dan uang yang telah dikeluarkan. Satu PR kecil adalah logo spatbord yang belum orisinil.
Bagus…!
mantap mas,punya spakboard fongers gak mas
mantapppppppppp masssssssss
@ Marcopolo
Lampunya mau dituker tambah yang seperti apa Mas?
@ Sahid Nugroho
Apa kabar P’Sahid? Semoga semua sehat….!
Memang bener itu PR saya, cuma seneng aja ngeliat
kijangnya jd nempel deh di spatbor dan belum dicari
gantinya.
sekedar bertanya dengan pakar-pakar Gazelle, apakah model gazelle ini untuk lampu,dinamo dan sadel ada opsi asli bawaan atau hanya pilihan sesuai dengan keinginan pembeli ? mohon pencerahannya.
Apa kabar Pak Win?Mbok saya diperbolehkan memiliki salah satu koleksi sepeda gaselle bapak yg laki ukuran 22 . Matur nuwun pak
-Pak Winanto ini yang menang di kontes KSI untuk kelas heren itu y?…Gazelle seri 8 watu itu….Salut Pak…Gazelle-nya mantep2 euy…
-Kalo masalah logo original di Pak Sahid dijamin siap sedia…hehehe
-Pak Yudi,…Gazelle seri 11 uk.24 njenengan yang persneling gazelle itu laku orang Jakarta siapa pak?…mahar berapa nggih?…Soalnya mau nabung nih buat reng-rengan kalo ada lagi…hehehe….nuwun
@ P’Is
Kabar baik Pak, kapan maen lagi ke cibubur? utk gazelle
dirumah semua ukuran 24 Pak.
@ Pemula
Bukan Mas, yg menang dikontes itu Gazelleku juga tapi
dengan seri yg beda , dan klo
yg ditampilkan oleh admind juga koleksiku yg lain lagi.
@ Pak Winanto
Alhamdulillah sehat Pak. Seneng lihat Gazelle klangenan yang rapi dan orisinilan.
Saya juga masih penasaran mengenai opsi lampu dynamo Gazelle seri 11. Selama ini yang telah dikenal luas adalah lampu dynamo orisinil untuk seri 5 produksi Rieman Jerman dengan bentuk besar, dan juga untuk seri 14 ke atas dengan bentuk kecil diproduksi salahsatunya oleh Miller England.
Kalau dari referensi tahun 1933 untuk seri 3 atau 4 awal, lampu dinamo resmi bawaan untuk sepeda Gazelle hanya menggunakan merek Elga, Arko, dan VT. Sedangkan untuk lampu karbit resmi bawaan adalah Lucas seri Calcia.
maaf pak, bisa ditambah gak fotonya. biar lebih enak lihatnya. matur nuwun.
mantap euy,,,,masih kurang dikit,,,bel nya ngga gazelle..maaf koreksinya…selamat berburu lagi untuk bel gazellenya,,,,
@Lala bidadari onthel
Digambar yg pertama udah jelas Mas, itu ada bel gazellenya
distang sebelah kiri, sedang yg ditengah itu bel ting tong
treelock german, biar asyik klo dibunyiin he he
@P’Sahid
Wah wah wah, boleh juga nih ngebahas lampu bawaan
gazelle yg original, maklum sayapun masih kurang referensi
utk masalah itu. Mungkin dari reken2 onthelis atau pakar yg
lebih paham, Monnggo di bahas……!
Pak Win Yth, Lala itu Bidadarinya onthel, jadi bukan Mas, tapi mungkin Mbak atau apalah………., he……he………salah ketik ya………
uapik tenan….
ngiler tos..tos..tos
spedanya uuuapiik tenan. sekedar “urun rembuk”, setahu saya dari melihat bukti struk pembelian (pasti jg diberi spek spedanya : mis rem : pake torpedo, karet atau tromol –> opsi, demikian jg utk lampu & dinamonya…utk Gaz. seri 11 bisa pakai Bosch, Lucifer baby atau VT atau bahkan merek yg lain, semuanya itu kembali kepada persediaan di toko speda tersebut….namanya jg “optional”. Demikian jg utk Fongers : dinamo & lampu dijual terpisah (tdk menjadi satu kesatuan/paket dng speda-nya) —> konteknya utk speda di bwh th60. Pembahasan utk asesoris yg “optional” mungkin akan lebih menarik jika timbul pertanyaan : seberapa orisinilkah sepeda saya? Apa yg “full branded” atau “orisinil atas dasar spek toko/dealer”? …..monggo para pakar onthel………
Pak Suga….Tak tunggu lo BB-nya njenengan….hehehe….
*Memang karena orang indonesia sukanya yang ‘ketok moto’,…maka kalau ada ‘cap’ atau ‘tulisan’ merk-nya memang lebih ‘bangga’ & dikira orisinil…padahal terkadang accesories itu tidak ‘nepati’ tahun-nya dg sepedanya alias kurang ‘match’ kalo diteliri lebih dalam….Tapi memang kalo seluruh komponen sepeda memiliki ‘part’ dg cap dan tulisan yang sama dg merk sepedanya akan memiliki kebanggaan tersendiri karena orang kebanyakan tidak memiliki pengetahuan sedalam para pakar/dosen per-onthel-an yang tentunya lebih teliti…Bukankah pada Brosur Gazelle terdahulu tipe yang termahal (baca:mewah) adalah yang memiliki perseneling “SA” bukan tromol dg tulisan ‘GAZELLE’?…Bukankah bunyi ‘cik…cik…cik’ menandakan strata sosial sang pemilik waktu itu?
Jadi (menurut saya) sebenarnya akan terasa ‘bias’ jika kita memperbincangkan orisinalitas berhubungan dengan accesories sepeda…jadi (menurut saya lagi) definisi orisinal seharusnya merupakan seluruh komponen yang menempel utuh dan menjadi ‘standar minimal’ saat transaksi pembelian sepeda (ex: frame,fork,slebor,velg,stang,sadel,ruji,cat(ini penting), dan termasuk baut-nya….
Lagi yang perlu kita perbincangkan….masalah penilaian orisinil dalam kontes….ada baiknya kita memasukkan nilai orisinil menyangkut wilayah ‘asal sepeda a.k.a sejarah’ (dalam hal ini INDONESIA)…karena jika sepeda impor(maaf), tentu akan sulit jika dikalahkan karena memang lebih dekat dari pabriknya,…dan sepeda impor kurang memiliki ‘aura’ kebanggaan coz untuk memilikinya kurang memiliki ‘tantangan’ karena jika anda punya segepok duit meski anda awam dlm dunia per-onthel-an anda sudah bisa memboyongnya ke rumah. tidak perlu repaot mencxari onderdil, berburu ke bengkel dan pasar loak, atau justru ‘ngguris’ di rongsokan. Hal itu tentu beda dengan sepeda yang memang ‘brand new=reiyen’ dari tanah indonesia meski sama saja dahulu kala juga diimpor. Semisal sepedanya dulu bekas ‘manten’ kaya di sebuah desa, bekas punya pejuang dan ikut ‘berjuang’ merebut kemerdekaan, atau bekas gubernur jenderal atau pejabat belanda dulu,…apalagi part-nya masih original,..tentu hal ini patut diapresiasi jika diikutkan kontes dan patut dapat nilai lebih mengingat sejarah sepeda dan ‘usaha’ sang pemilik untuk merawatnya sehingga mampu melewati perubahan zaman,…
Nuwun sewu,…itu tadi hanya penilaian subyektif saya saja,..dan tidak bermaksud menjustifikasi,…karena sebenarnya kebanggaan memiliki onthel ada pada ‘diri’ kita masing2 bukan pada ‘diri’ sepeda anda….
Itu semua hanyalah ngudarasa,…ngangsu kawruh,…atau diskusi agar kita memiliki pengetahuan lebih dibalik Fisik atau filosofis yang melekat dalam Jagad Per-onthel-an….
VIVA ONTHEL…KEEP HEALTHY AND GREENLIVING….
Salam Takzim….
@ Bp. Pemula …..BB yg mana Pak??? he..he..he….
matur suwun atas pencerahannya…..maos seratan nipun dados “adem ing manah”.
Setuju dengan pak Pemula yang Expert dan bener-bener tahu sepeda….. beserta filosofinya! Sepeda diatas pasti hasil RECONDITION yang cukup melelahkan, kalau pingin lebih ORIGINAL…..BAN-nya harus dipompa di DIEREN, kalau angin di Bogor dianggap PALSU! Aaa look at all the lonely people………father mackenzie…….
@ mas Gentheng..bukannya Dieren sudah dipindah ke Germany…hehehehe.
@setuju mas Beginer, bahwa kita hrs mendefinisikan ulang terminologi ” orisinil”.. dan hrs jadi kesepakatan sehingga tdk semua sepeda hrs memiliki part dengan merk yg sama utk bisa disebut “ori”, panduan katalog dr fabrikan pada setiap tahun pengeluaan sepeda rasanya bisa dijadikan panduan .. kalau tdk maka kita semua akan membabi buta dan terjebak utk mendandani sepeda kita dengan memasang part dan asesoris yg sama dgn merk sepeda… barangkali itulah yg menyebabkan harga part dan asesoris melebihi sepeda..contoh: dinamo model gepeng dan lampu Fongers FG ditawarkan dengan hrg selangiiit.. sembilan jeti…dhuh..bener2 tdk masuk akal…tapi itulah dunia onthel kita saat ini…siapakan yg bisa mengakhiri”permainan” ini?.. hiks..
Mas Penceng, njenengan jan alus tenanan hikhikhik…tapi dari penjelasan yang santun dalam berbahasa, sistematis, serta wawasan yang tentu saja luas tak bertepi dan dalem tak terukur, akan dengan sangat mudah menebak…njlomprongane Kakangku!
Gus Penceng, GUBUK GENTHENG adalah respect saya untuk Almarhum Bapak saya yang berpulang minggu yang lalu!
@.gus gentheng, kami sekeluarga dan seteman semua disini ikut berbelasungkawa atas Kepergian Ayahanda, semoga arwah beliau diterima disisiNya. amiin…
wuaaaaaaaah
]seru nih pembahasan
perasaan topik ini dulu jg perna di bahas…hehehehehehe
jadi kaya dejavu…
hehehehe,,,
mas pemula
ya kalo namanya ORIGINAL, mau baru di import atau dulu di import ya ga ngaruh mas,,tetep aja ORIGINAL
kita hargai orang yang menjaga baik ORIGINALITAS..
patut kita contoh…
ga papa mas…yang punya duit bisa beli speda bagus full ori dengan MUDAH!
kita dapet sepeda bagus full ori dengan MURAH!
di situ TANTANGAN dan NIKMATNYA!
HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA
SETUJU?
banyakin berburu mas…
CLASSIC NEVER DIE!!!!!!!
Seorang Kerabat Podjok yang jaga pameran terheran-heran mengetahui hal ini. kemarin waktu pameran ini disuruh nyobain naik onthel yang tinggi gitu irma nggak berani .
waras lihat gazelle sr 11 walapun sakit gigi om
@ Godam
Setuju Bro Godam…
Sepeda onthel memang luarbiasa sihirnya. Banyak jalan untuk mendapatkan sepeda onthel idaman, dari import build-up sampai dengan “start from the scratch”. Semuanya baik-baik saja yang penting halal.
Kemudian banyak cara dan banyak gaya dalam mendandani sepeda. Mulai dari orisinal otentik sampai dengan custom. Semuanya juga baik-baik saja yang penting mantap di hati.
Hobby bersepeda dengan berbagai variasi episodenya, semuanya patut diapresiasi sebagai gaya hidup positif ramah lingkungan.
Hobbie, kesenengan (apalagi onthel) tidak boleh dibatasi dengan alasan apapun, terus kejar kesempurnaan Bro…
Saya sering kali membaca komentar-komentar yg bagus secara LOGIKA tapi luput secara FAKTA , ketika berbicara soal asesoris sepeda untuk melengkapi keoriginalan sebuah sepeda ada baiknya benar-benar menguasai topik yg di bicarakan dan ada dasar minimal katalog yg resmi yg di keluarkan oleh pabrik yg bersangkutan , selain itu harap para komentator memahami budaya para produser Eropa ketika mereka membuat atau menciptakan sebuah produk baik itu kendaraan bermotor maupun sepeda , trandisi Eropah sangat berbeda dan tidak bisa di samakan dengan jepang yg tiap tahun ganti model , ganti asesoris , bahkan dalam setahun bisa dua kali ganti model , tidak demikian dengan Produser Eropah , sebagai contoh , dari dinamo merk elga /arko ke merk Gazelle asli membutuhkan waktu hampir 20 tahun , gazelle memakai lampu model ekor yg menempel di spakbor belakang dari tahun 1930 an seri frame 5 baru berubah setelah 40 tahun lebih , dari model lampu depan yg besar buatan german ke lampu kecil model prico , membutuhkan waktu hampir 25 tahun , dan banyak lagi , semuanya berjalan tempo lambat , mereka selalu keep tradition dan tidak suka perubahan yg sifatnya jangka pendek …………..istilah umum gonta ganti model kayak handphone jaman sekarang , jadi tidak benar kalau asesoris sepeda berubah drastis ketika modelnya juga berganti , contohnya seperti diatas , misalnya lagi dengan sistem rem torpedo yg hampir 50 tahun tidak ada perubahan yg berarti pada model maupun bentuknya , juga sepeda dengan sistem tromol baik yg gazelle maupun yg sturmey archer , bentuknya cenderung monoton dalan kurun waktu 30 – 40 tahun . saya ada berbagai katalog yg berasal dari pabrik sepeda , ternyata setelah membandingkan dalam kurun waktu 20 tahun , tiap katalog , asesorisnya tidak banyak berubah , yg berubah paling drastis hanyalah harganya dari waktu ke waktu . keoriginalan sebuah barang ada dua ukuran yg pertama seperti yg di komentari diatas yg menyebutkan harus sesuai seperti aslinya ketika sepeda keluar dari dealer dan semua bagian sepeda tetap sama sampai saat ini ………..tentunya super-super sulit , karena negara kita kelembaban udaranya hampir 95 % air , barang-barang dari besi , kulit dan logam lainnya cenderung cepat korosif dan rusak apa lagi bila barang dipakai setiap waktu , selain itu tidak adanya suply dari dealernya untuk perlengkapan maupun asesoris bila ada yg rusak kalaupun ada harganya pasti mahal , biasanya pemilik sepeda tidak mau beli tapi cari yg murah yg penting bisa dipasang /dipakai …….yg penting happy , yg penting ngonthel dst-dst ……..hal ini bisa jadi ada hubungan dengan kebanggaan pada diri pemilik bukan pada barangnya………sah-sah saja tapi ini subyektif sekali . yg kedua adalah mereka yg berusaha mengembalikan keoriginalan yg seharusnya ada pada sepeda yg mereka miliki , inipun tidak salah , karena sebagian orang merasa bangga bila bisa mengembalikan keoriginalan sepedanya kembali walau asesoris maupun partnya berasal dari sumber lain …,entah kanibalan , atau import , atau di reprokan dst. bagi golongan ini hal tersebut bagian dari seni dan kenikmatan tersendiri sehingga tidak jarang sang pemilik menampilkannya untuk membagi rasa senang karena berhasil mengutuhkan kembali yg seharusnya ada…….kebanggaan bukan pada diri pemilik tapi kepada sepedanya ……hal ini bisa di nilai secara objektif karena ada standar baku dan faktanya baik dari para pakar , katalog , buku , referensi lainnya. Semaunya punya standar masing-masing ……….tapi kita tidak bisa berkata ” sebagus-bagusnya sepedamu lebih bagus sepeda ku ” ini namanya egois . Untuk pemilik sepeda saya salut dan berterima kasih , karena mau menampilkan sepedanya di situs ini sehingga berguna bagi kita untuk saling berbagi baik ilmu maupun pengalaman dan pendapat , juga untuk semuanya saya pribadi melihat adanya masukan dan pendapat yg bagus dan kritis …………dua jempol buat semua.
salam buat semua yg berpikiran terbuka
YUDI
kenapa si pada anti/sirik dengan barang2 import?
bukankah itu hal yang wajar dimana posisi sekarang ini sudah tidak dimungkinkan lagi “gresek” barang2 yang mungkin “istimewa” ato apa lah istilahnya.
Urun Rembuk:
Berbicara soal Originalitas suatu sepeda, kita akan dekat dengan hal yang dinamakan “PAKEM” atau “STANDART”.Sama hal nya dengan Sepeda keluaran yang tiap jenis sepeda mempunyai standart/pakem sendiri – sendiri.
Menanggapi Koment dari Bang.Yudi (MARCOPOLO).
SETAU SAYA: Memang benar, karena dalam hal ini kita Menyinggung masalah Oroginalitas Gazelle yang Notabennya Tiap sepeda mempunyai pakem Dari mulai Kaki2,Frame,Spatbor,dll hingga Acsesoris lampu dinamo. Untuk Gazelle Tua seri 5 kebawah atau tahun 30an lampu&Dinamo “ARKO” Adalah Standar yang dikeluarkan oleh pabrikan Gazelle. Setelah itu mengikuti “ELGA” & “PRICO” untuk gazelle seri Puluhan. Selain itu kita sering menjumpai Lampu, Dinamo, Kunci dengan Merk “GAZELLE” yang juga merupakan standart/pakem untuk sepeda seri tertentu yang bang.Yudi pasti lebih paham. he..he..he..
Lain hal nya dengan dengan sepeda yang telah masuk di Indonesia yang di jual dalam takaran Asembeling toko sepeda jaman dahulu seperti “AVIS RIJWIELHANDLE SBY” yang biasanya bisa menjual produk sepeda secara strata ekonomi sesuai dengan kemampuan si pembeli. yang sering kita temui adalah kata-kata Lampu & Dinamo Bosch adalah Acsesoris untuk sepeda Gazelle seri tertentu juga.
Walaupun hal itu juga masih bisa dijadikan standar secara Obyektif.
Saya sangat salut dengan Saran, Koment dan uneg2 dari rekan2 semua yang bisa dijadikan wawasan untuk kita belajar bersama.
MOHON MAAF, jika apa yang saya utarakan kurang benar atau kurang baik.
SALAM.
Mungkin harus dimengerti arti standard dan optional! Atau mau ada definisi ulang?Accessories standard atau OPTIONAL? Saya prefer pendapat Gus Penceng…yang mengerti FILOSOFI SEPEDA…allegro,VT,Prico,Elga, Soubitez,Lucifer…..yo apik kabeh ! Cinta segitiga…Manufacturer trus Retailer dan End User,cinta yang berbalas atau cinta dibalas pantun. Sumonggo….
sependapat dg semua komentar para pakar2 diatas.. memandang orisinalitas sebuah sepeda jgn lupa melihat merk dan tahun produksinya.. semakin tua usianya semakin mantap memilikinya. mengorisinilkan sesuai pakem,tanpa rekayasa, itulah seninya. pengalaman saya ketika mengorisinilkan gazelle seri 3, mencari stir yang pakai krom nikel, sadel, dan terkagum2 ketika mendapat gir model tulisan gazelle masih nos (suwun pak agus dan mas anggoro) butuh waktu dan tenaga, sangat menyenangkan…. karena akan bertemu banyak teman2 onthel dan pengalaman. wajar jika sepeda yg usianya muda, sampai listnyapun masih orisinil.. bahkan gazelle yang masih dibungkus dalam plastikpun masih ada..
WOW… lama tak berjumpa…
mau tanya sedikit… apakah lampu dan dinamo arko hanya memiliki 1 varian? karena sy pernah lihat arko dengan lampu dan dinamo yg berbeda model… mungkin salah satunya palsu…
jd semangat nih klo ngmng soal gazelle 1930an… hehehe…
1. brosur mana y yang mengatakan kalo gazelle dg tromolpersneleng SA itu yang paling mewah?
terus yang gazelle tipe A<P<L itu apa y?
merger part itu byasa, kayak gembolo union jg made in england, tromol batavus jg made in england, kalo produsen menganggap itu menghemat biaya dan waktu atau ongkos produksi,,
tapi jangan lupa persneleng yg asli gazelle jg ada..
2. persneleng menurut saya jg cuma disesuaikan dengan medan yang dilewati sepeda..
kayak triwil untuk medan kering,
tromol untuk medan basah,
persneleng untuk medan naik turun..
ada pula seri all black untuk medan salju.
part jg ada yang dibuat dr alloy,,, velg misale..
itu qan sesuai kebutuhan..
soal sepeda impor,,
gakpapa lah buat menambah varian,,
qan aksesoriesny banyak yang beda mengingat tiap negara aksesorisny disesuaikan kebutuhan tadi,
@
Edy
Pernyataan anda ada benarnya , saya setuju .
beberapa pertanyaan yg anda ajukan bagus sekali untuk dibahas lebih lanjut dan ini pertanyaan yg kritis yg perlu kita carikan jawabannya ……….monggo para pakar untuk sumbang pendapat atas apa yg disampaikan broe Edy ini .
Bro edi…
Untuk masalah brosur ato varian gazelle,Silahkan anda buka lagi arsip2 d web ini menyangkut sepeda kijang it..Syaratny anda bisa bhs inggris & sedikit bhs belanda..Jika anda cuma bisa krama inggil apalagi ngoko lugu,y ‘sawa’un kana’…& perlu juga bawa kaca pembesar karena tulisanny kecil2 jika anda krg jelas..
Untuk part yg notabene ‘pihak ke-3′..Tdk semata2 alasan murah ato faktor ekonomis..Tapi juga alasan ‘specialize,advance technology’,ato apalah artiny..
Contoh termudah yg dpt qta saksikan hingga kini terjadi d lintasan moto GP ato F1..Kenapa M1 ato Desmosedici pake rem BREMBO bkn YAMAHA ato DUCATI..Kenapa pake ban BRIDGSTONE bkn bertuliskan kedua pabrikan di atas..Hal it semata2 bkn hnya krn mereka mau mensuplai & jadi sponsor,tp karena mereka mmg ‘ahli’ & ‘expert’ dlm part ini..Istilahny ‘menang tuwo’ & menang pnglman..Coba byangkn jika mereka pake ban merk sndri,berapa biaya riset awal yg hrs mereka keluarkn,brp wkt yg dbthkn n sndny dlmpar k psaran,apkh knsumen trtrik dg ‘merk baru’ yg mereka ciptakan..Saya rasa hal it tdk jauh brbda dg part sepeda onthel..Mereka pake pihak ketiga tdk semata2 dlandasi dg irit ongkos produksi ato menambah varian..Tapi jg dlandasi kekuatan merk n keandalan..Plus layanan purnajual, krn kalo part it hbis ato mnglami pnyusutan fungsi hrs mnyediakan part serupa sbg ganti agar sepeda tadi tdk ‘Demenyar=Demen yen anyar’..Ingaaat,..Ini pertaruhan nama besar bung..!!!..Masa hanya karena pngen irit trus lgsg pke pihak ke-3..Apalagi tnpa ‘due diligence’..Y bukane untung tapi mlah mlentung..Eh buntung..
Menyangkut msalah persneling,saya rasa lebih tepatny karena masalah ‘waktu’ & ‘teknologi baru’..Y bleh saja berasumsi msalah kcocokan cuaca ato kondisi medan, tp bkankah tromol persneling kluar stelah adany rem karet & rem tromol..Memang sblmny ad persneling bumbung yg bisa pke rem karet,..Namun mengapa varian ‘army bike’ tdk pke persneling yg notabene mereka melewati medan terjal,kdg licin,kdg brlumpur,kdg gronjal..Hal ini karena efisiensi ‘genjotan’ msih kalah dg efisiensi ‘panggulan’ (d masa it)..& lagi maintenance perseneling lebih rumit..Bayangkan jika rusak,rantai justru ‘loos’ ato malah ‘macet’,& ini tdk ada jalan lain slain dganti ato dbongkar..Jd pndpt anda mngenai alasan ‘medan’ bisa benar tp bisa jg salah..
Menyangkut persneling ‘GAZELLE’..Hal it prnah saya tanyakan sama meneer koopmans..Menurut beliau alasan pnghentian produksi bkn semata2 krn melonjakny biaya produksi,akn tetapi krn krgny tanggapan pasar mngingat ketangguhanny masih kalah dg SA..n jika rusak kata beliau sngat sulit dperbaiki..Hal it mgkn yg mnyebabkn terbtasny populasi persneling ini selain proses produksi trhenti tp jg krn org banyk yg membuang n tdk mmprgunaknny lg stlh trjd krusakan..Pendapat meneer koopmans mgkn anda bisa baca d arsip ‘Gazelle abu2 seri 16′ d web ini..
Lha ini kok mlah jadi sentimen ‘impor’ n ‘anti-impor’..Saya rasa apa yg dkemukakan bro Pemula n bro Gubug penceng diatas tdklah brmaksud demikian..
Yg saya tangkap stlh mmbca koment mrk,..Mereka hny mmbrikan apresiasi tptny penegasan akn sepeda yg tlh lama menetap d dlm negeri..Mgkn hal it hny brlaku d arena kontes..Bsa iy bsa tdk..Trgntung panitia ma juri..Gitu aj kok repot..!!
Mnyangkut mereka kurang ‘ngeh’ dg brg impor y it trsrah mreka kn it pndpt mereka sndr..Berbeda boleh aj kn..Mgkn aj mereka trauma dg brg impor ato mlah g mampu beli jdny tdk suka skalian krn g menjangkau..Hehehe..Piss..Boleh kn?..Knp hrs dributkan..Kn myangkut orisinalitas g ad bdany impor baru ato impor lama…Asli y ttp asli..Repro y repro..
Pliss dong ah..!
Hehehehe…bro Edi harus lebih seneng baca lagi! Bro edi menilai tehnologi dulu dengan pengetahuannya yang sekarang. Rem torpedo,rem karet atau tromolpersnelling itu tidak DICIPTAKAN BERSAMAAN, Kangmas! tehnologi itu ditemukan di era yang berbeda, dan baru sekarang inilah anda mulai bisa menilai KELEMAHAN dan KEUNGGULAN dan KEHANDALAN masing-masing system itu. Sepeda yang dibuat SETELAH ketiga system itu ditemukan, akan lebih LELUASA untuk memilih yang mana yang cocok dengan design dan fungsi utama sepeda itu dibuat!
Mas Edi, jarang sekali Fabrikan (besar sekalipun) akan membuat semua PARTS in house, maksud saya dari HULU SAMPAI KE HILIR! Selain biaya yang besar dari investasi juga masalah RESEARCH yang mungkin telah dikembangkan pabrik lain yang mempunyai Kekhususan( spesialisasi) pada produk tertentu.
Pendapat saya ini bukan dari pengetahuan saya yang tidak seberapa ini, tapi karena GAZELLE punya saya, memakai DRUMBRAKE merk SA yang terkenal itu..hehehehe….maap ya, Gazelle dengan tromol persnelling SA memang yahuuud!
Gus Penceng, Gus Pemula setuju nggak? hihihihii….ketikan diatas hanya gurauan lho ya.
Oh iya Mas Marcopolo, lebih HUMID mana antara Indonesia (dimusim hujan sekalipun ) dengan Eropa hehehehe…..?
Nasi goleng eh goreng merupakan makanan khas Indonesia yang di ciptakan orang Belanda ( kono critanya..), satu suka yang pake keju dan dan Daging panggang satunya lagi suka di tambahi mentimun dan tempe goreng,, yah selera bukan untuk di perdebatkan. ( loh kuw malah mbahas nasi goleng? hehehe..
Sebenernya saya aga geli dengan slogan Stop penjualan sepeda ke luar negeri? (konon juga ke belanda), lha wong dari sini malah ngimport gtu kok. Temen saya di sana ngemail sambil misuh2 bahagia karena sadel Hygianya di beli orang Indonesia dengan harga yang menurut dia jika di beli orang belanda ” mesti tuh ulang agak dongo” hahaha… “apa orang Indoneisa pikir sadel itu ada emasnya??”..
Kalo disana sepeda yang berbunyi (baca: mahal) justru sepeda yang diliat dari ketuaan bukan dari historis atau semata2 “legenda” masyarakat seperti kasus Gazelle seri 11 dan cik2 nya. But Gazelle di atas bagusss loh, kalo orang belanda bilang “lekker mat suker egah di tuker”(keren tah bhasa gaulku hehehe,….)
saya kenal beberapa kolektor Indo yang memang punya warna tersendiri dalam seni mengkoleksi. ada yang suka merk cem macem, da yang suka sepeda dengan pasword ” Dames+leher panjang+torpedo, da yang ikut slogan KB (2 sepeda ajah cukup asal orisinil), ada yang sukanya aneh2 gag peduli saat ini lagi trend sepeda apa ( katanya kalo cuma yang standart2 ajah, asal berangkat berburu bawa segepok duit sama truk dijamin pulangnya penuh hahahaha….),
Nah kembali kepada masalah nasi goleng, APAPUN MAKANANNYA???…
,,Tetap rasa kekeluargaan, smgat kebersamaan, pluralitas menjadi minuman kita semua.
Demikian sehalaman sambutan saya, waktu dan tempat kami haturkan kembali kepada hati2 yang cerah dan pikiran yang hening..
Salam onthel!
Bagus sekali koleksi onthelnya.Salam Kenal!
Nice, even with original “Gazelle” tires, even in Holland you hardly see these !
Gazelle lether saddle looks to be in a nice shape too.
The mascotte on the front I have never seen before, but it looks like a Gazelle mascotte.
A nice old Gazelle, very good bicycle, I like these bicycles !
bagus om sepeda nya..main yah ke bogor