Kehadiran empat orang pakar sepeda tua dari komunitas pengemar sepeda tua negeri Belanda “De Oude Fiets” yang melakukan road show keliling Pulau Jawa membawa kenangan dan pengalaman tersendiri bagi bagi mereka yang daerahnya dikunjungi oleh Theo, Pete, Otto dan Joss.
Salah satu yang menarik selama road show De Oude Fiets dari tanggal 15 – 30 Juli 2011 adalah ditemukannya sepeda Fongers tertua di Indonesia. Mereka mengklaim bahwa sepeda dengan nomer seri BDG.3.55.3717 ini adalah sepeda Fongers tertua yang pernah mereka lihat selama kurang lebih 16 hari kunjungan di beberapa daerah di Pulau Jawa.
Hal ini berawal ketika rombongan road show mengadakan kunjungan di kota Yogyakarta pada tanggal 25 Juli 2011. Sepeda milik sdr. Den Bagus PODJOK ini ketika diteliti ternyata diproduksi antara tahun 1897-1899. Jadi umurnya kira2 sekitar 112-114 thn-an.

buku de oude fiets hal.60
Frame number BDG.3.55.3717 menurut Mr.Jos di buku terjemahan De Oude
Fiets hal.60 artinya :
- BDG = jenis fongers type BDG
- 3 = produksi ke-3
- 55 = ukuran 55
- 3717 = kode produksi dari tahun 1897-1899

Foto Keni dan Fork

nomer frame

balhoff original

2 besi pantek

den Bagus bersama F4 dan Fongers tertua
Sepeda ini didapat oleh den Bagus sudah tangan ke 5 dimana menurut ceritanya sepeda ini dimiliki pertama kali oleh seorang dalang terkenal di Yogya tetapi sudah meninggal dan diwariskan ke cucunya.













weh………..! selamat buat dhen Bagusss…..!
Mantab…
Kereeeeeeeeeeennnnnnnnn
Hallo Satro,
In explaining the frame number you could also mention the ’2e’ above the number; this stands for: ’2e soort’.
The model code of this is BGG3; this stands for ladies bike from the second soort/quality (used until 1901).
I will send you send you a picture of this bike from the folder 1899.
regards, Jos
Hai Mr.Jos..how do you feel after leaving Indonesia?
selamat den bagus,…..memang yang istimewa ada di djokdja..
wuiiih mantab mas Bagus, ternyata harta karun sampean sungguh mempesona lho he he….
Waw mantuuB
Sebetulnya kita sudah bisa bikin Museuym Fongers di Indonesia, karena ternyata Indonesia masih banyak menyimpan Fongers generasi awal dalam kondisi utuh…
memang bagus fongers punya den Bagus..BAGUS..BAGUS…
Sepeda butut yg sangat mempesona, salam onthel dari newbie yg baru mulai tau tentang onthel
Nuwun, Ada yang tahu dimana ruang jual dan beli kelengkapan Piet ?
yang dulunya kita bisa bebas di Waroeng Onthell.
Mantep………..selamat untuk koleksi sampeyan.
ayo KOSTI dan sodara-sodara onthel se-Indonesia.. udah saatnya kita buat museum sepeda tua…!! amin!
Mantaaap mas Bagus…..ternyata fongers BDG ku ada yg masi lebih tua lagi…selamat mas….mari kita jaga warisan bangsa
@ All onthelis nusantara,
Terimakasih atas apresiasinya. Tetapi sepeda ini sebenarnya masih perlu direstorasi agar bisa sesuai dgn tahun pembuatannya.Karena yg masih ori hanya frame, balhoff & fork. Menurut Mr.Jos dkk seharusnya model slebor depan hanya separo & stang model rem tusuk. Untuk roda belakang menggunakan torpedo, serta slebor belakang model lobang dgn jaring. Kami sedang menunggu foto2x arsip original sepeda ini dari Mr.Jos, agar restorasi sepeda ini bisa lebih mendekati aslinya.
waowww….damn rare..
ahli-ahli fongers Indonasia ra enek sing ngerti iki …harus belajar ke Leiden hehehee….
aku yo ora ngerti!!
Sepeda yg legendaris nan mempesona, tob!
kalau mencari buku De oude Fiets-nya di kumpul2 onthelis HI saat CFD/Minggu pagi, apakah dijual juga?
mantab brooo
S I P ! ! ! !
JOGJA MEMANG SELALU ISTIMEWA,haha…
[...] berawal dari kehadiran empat orang pakar (Theo, Pete, Otto dan Joss) sepeda tua dari Belanda “De Oude Fiets” di Yogyakarta dalam rangkaian road show mereka di Pulau Jawa. Mereka mengklaim bahwa sepeda [...]
@fosil yg indah..selamat mas Bagus…
mantap onthelnya pak bos
Pongkres yg sblm th 22 slebor bkn model kuwung spt yg kbanykn bredar d kalangan Pit-ers apa yak???…
Pak sahid, tinggal nunggu waktu kelihatannya dilihat dari sumber daya manusia, keberadaan barangnya, tempat untuk museum msh terdapat banyak tempat2 peninggalan belanda yang masih tertata rapi. plus ( ini kelebihan mas sahid untuk melihat sisi positip dampak ekonomi dan sosialnya ). monggo silahkan diteruskan, doa saya semoga dapat terlaksana. amin.
@ mas Bagus…sedikit sharing ……apakah balhoofd-nya bukan bertuliskan Fongers Groningen & Logo FG? Tetapi tulisan De Groninger Rijw Fabriek A. Fongers tanpa Logo FG? Matur suwun
bravo….den bagus podjok……..jogja
Luaarrrrrr biiiiiiaaasa , dua jempol buat koleksi super hebat karena tua dan langka nya !!!
Ada kemungkinan ini satu-satu speciment yg masih tersisa di dunia !!!
Mantap mas Bagus .
ternyata indo punya simplex tua slmt jngn spai djual k lur ngri ini aseeeeet bangsa hee
Den Bagus memang BAGUS Sepedanya….
@den Bagus, slamat merawat fongersnya.
@Museum, smoga kan nyata.
Dan stelah De Oude Fiets, smoga ada pakar onthel kita selevel Pak Andyt, Pak Sahid, Pak Yudi dkk juga Road Show To South Sumatra he..he…
@Mas Suga,
Terimakasih atas apresiasinya, saya juga masih meneliti apakah balhoff-nya sudah pernah diganti krn rusak atau tdk. Tetapi mnrt Mr.Jos kelihatnnya asli dgn alasan sangat presisi, dan kemungkinan tulisannya sudah hilang atau mgkn tanpa tulisan. Dulu sy pernah coba ganti dgn balhoff yg ada tulisan FG (fongers groningen) tetapi tdk pas.
Yang jelas stlh saya dpt foto2x dari Mr.Jos, secepatnya akan saya restorasi seperti aslinya. Salam onthel…
@ gedek brata,
Itu bukan simplex mas, tapi fongers.
Salam dari Jogja…
Saya merasa senang dan bahagia sekali sebab saya bisa membuat sahabat Bagus Satrio memiliki sepeda Fongers BDG yang sdh sepuh dan pernah menjadi miliki saya. Salam jaga dan rawat selalu mas.Sebab kalau ingat BDG pasti mas Bagus akan mengingat saya……GBU
@ Jimmy Utrech,
Mungkin memang sudah jodoh, sewaktu saya bermimpi ingin punya BDG, tiba2x Anda menawarkan sepeda tsb. Apalagi historis-nya pernah dimiliki oleh dalang terkenal di Yogya & diwariskan ke cucunya.
Terimakasih Mas, Anda tidak sekedar sahabat, tp sudah saya anggap saudara sendiri… Saya akan rawat selalu seperti amanah Anda…
mantap tenan
selamat mas, dapet simpenan sepuh…
Nice finding, mr. Satro must be proud of being the owner of the oldest Fongers EVER found !
Dear Mr.Andre Koopmans,
Many thank’s for your appreciate.
Now I am still find some parts for restoration my fongers.
Also I need this story how this fongers come to Indonesia.
Can you help me to find the literature from Fongers Groningen?
Thankyou for your attention, I hope someday you will visit at Indonesia and we can meet in Jogjakarta.
selamat den Bagus
Salam kenal mas DEN BAGUS … saya pemula bro …
@ San2x
Salam kenal juga, sy jg msh belajar ttg sepeda… bravo onthel
4 jempol buat Den Bagus…
Saya ingin mengucapkan sekali lagi, Selamat Den Bagus! Saya merasakan kegembiraan hati mendapatkan harta karun yang sungguh berharga, walau saya hanya mendapatkan D55 no seri 3974-56, no braket 281456, sudah bisa mengucap syukur….alhamdulillah!
sesuai dengan nama mas bagus….mas gimana bisa dapat copy literatur tahun pembuatan fongers….
den Bagus PODJOK
Dear Mr Bagus PODJOK,
I think Mr. Jos Rietveld, who lives very close to Groningen, will collect the information you need.
I am at this moment not in the position to go and visit the old Fongers Archives.
I thought my BB60 from 1908 was old, but yours is much older and more rare, I wonder if we will ever find an older one than yours !?
It is a great find, even if only the frame and the fork is original, this is very often so with very very old bicycles.
All other parts must have been changed because they were worn in the hard live the bicycle has had !
Greetings from belanda,
Andre
Apa ada fongers tanpa emblem?soalnya saya dapat fongers D60 tanpa lobang bekas emblem