Selamat kang, sepeda yg bagus..
Jarang sekali kita jumpai sepeda buatan italia di indonesia..
Stang mirip Simplex cycloid, kontruksi rem’a pun sangat menggoda…
salam onthel
Ini sepeda yg unik & langka.
Stang memang mirip simplex-cucloid, tp lebih lebar.
Sistem rem jg tdk kalah unik.
Dulu aku pny, sayang udah kabur… hikhikhik…
Salam dari Jogja…
INFO TAMBAHAN ; sepeda tsb di atas milik mbah angkat org tua km alm. Km bawa dr dusun Tanuragan Kartasura Sukoharjo… Menurut mbah kami sepeda beliau beli dari tentara yg pulang dr Irian jaya. Sepeda tsb di bawa langsung dr Irian jaya. Thn 1950-an.
INFO TAMBAHAN: sepeda tsb gir dan pedal merk UNION. Boncengan Hopmi holland, sadel merk gazelle, lampu dan dinamo Bosh, Bel ada gambar kijang. Plek sepasang sudah di ganti dgn araya yg lama di simpan ada gambar burung dan jari2 dr kuningan.
sepeda yang bagus mas selamat menyimpan jangan dibuang. sayang!!! sekedar info sepeda ini masih dijual di salah satu outlet/swalayan Hardware yang ada di kota-kota besar (maaf tidak berani bilang merk) takut sama polisinya web ini. nanti dikirain marketingnya. outlet yang di Surabaya di situ jual lengkap spare-partnya juga dan haganya “nuwun sewu pokoke” jadi kalo mau belajar tentang sepeda bianchi dan spare-partnya langsung aja ke outletnya. buat perbandingan mana yang gak sama
Memang saat ini produk sepeda bianchi masih ada dan masih dijual di indonesia di outlet hardware yang di sebut diatas. Saat ini Bianchi lebih terkenal dengan sepeda balapnya dan dijual dengan harga yang selangit… Kalau lihat di web resmi Bianchi masih ada produk model seperti gambar tersebut yang diproduksi dengan bentuk yang mirip, dari stang ataupun konstruksi rem yang sama.
Untuk Emblem saat ini memakai stiker plastik, mirip dengan emblem yang pernah di bahas oleh MR Otto Beaujon dalam De Oude Fiets ; Indonesia.
Mungkin para suhu dan pakar yang lain bisa comment???,
Memang harus bangga karena makin beragam sepeda yang ada di indonesia.
meskipun merk berbeda pada kurun waktu yang sama ,teknologi ataupun model sebuah barang di eropa akan selalu mirip antara atu dan lainnya, apalagi untuk sebuah mekanisme yang sangat sederhana, hanya saja untuk menentukan siapa yang menjadi pioner dari sebuah produk harus dilihat paling tidak,siapa yang mematenkannya …..stang simplex dan sistem rem fongers….tapi keliatannya sepeda diatas agak muda!
Funny, this Italian Bianchi bicycle has a handlebar (stang) that looks like from an old Simplex, with the break-lever inside of the stang itself.
The braking system itself looks a lot like from a very old Fongers (BB-model).
I wonder if people at the bianchi-factory copy’d the system from old Fongers (and Simplex) or that it is pure a coincidence that they look the same.
mas abdurroni baru tau ya, itu yang namanya hardi………….. kalau sehari enggak ngelus ontel bisa meriang dia………… dan anggota onthelnya +/- 10.000 orang seindonesia. hihihihihihihi
Sepeda merk Bianci sampai sekarang memang masih memproduksi yg model vintage, merk yg lebih terkenalpun di Italy juga masih memproduksi model gaek alias vintage contoh merk Lazzaretti walaupun harga sepeda sportnya harganya selangit tapi masih juga memproduksi model lama utk dipakai sehari hari.
Sepeda klasik di Italy pada prinsipnya sama dng sepeda Inggris, apapun merknya bentuk frame, posisi kemiringan frame, part2 utama mis handlebar, slebor. . . Bahkan ciri khas cat sleborpun merk apapun sama yaitu dibagian tengah bagian punggung lebih tinggi dan di chroom. Yg sedikit membedakan adalah assesorisnya, yg keluaran sekarang sudah terkontaminasi dng produk dari Taiwan seaperti halnya produk sturmey archer yg baru juga dr Taiwan.
Alhamdulillah ketika bulan Nov 2011 yll bertugas ke Italy secara tidak sengaja ketemu dua sejoli dirantai didekat stasiun di Firenze, setelah diamati dan diteropong dng seksama ternyata sepasang sejoli onthel, dng sabar kutunggu siempunya, bbrpa menit kemudian datang yg punya, singkat cerita dng jasa penterjemah kawan kedutaan dkth bhw sepeda tersebut warisan orang tuanya dan sekarang masih banyak dijumpai di jalanan dng merk macam2 tapi moodelnya sama, yg membedakan antara merk terkenal dan tdk adalah kualitas besinya, kasar tidaknya dlm proses pembuatan dan tentunya berpengaaruh thdp harga. Tdk menyiakan kesempatan maka bersama kenalan teman di Roma keesokan harinya terus berburu onthek dr negeri spaghetti selama 2 hari saampai ke “pasar loak”/Porta Portese pun dijelajahi. Akhirnya membuahkan hasil, ternyata banyak juga yg baru, setengan baru maupun yg lama, ogut dapat dng merk yg cukup terkenal do sono yaitu Lazzaretti dng uang mahar 390 Euro kira2 4,5 jt, cukup murah utk ukuran harga onthel di Ind yg semakin gila utk merk tertentu.
Selain dapat onthel, juga dapat dua buah bell dng gambar timbul yg unik khas Roma, kunci merk Cicno yg masih mulus, handlebar tua dng bahan aluminium yg mudah2an jadi langka disini, bbrpa lampu samping dan belakang ex Bld dan Germany.
Singkat cerita di Jkt sudah saya gowes wira wiri ke HI, UI Depok dan Situ Babakan, digowes sangat ringan, huenak, sayang. . . . . . Kurang gagah seperti onthel2 Bld krn framenya agak tegak.
Utk menambah gagahnya cowboy dr Italy ini mabbrpa part saya ganti spt lampu depan, lampu belakang, dynamo dan sadel, yg jelas menambah kesan gagah. Sayang blm sempat saya posting krn sudah tua agak2 gaptek hehehe… Temen2 Koba dan Oseba sdh pada nyoba dan mak nyussss katanya.
Lumayan utk nglengkapi koleksi yg ada biar tdk……….mari mati gazelle thok.
Demikian poro pinisepuh dan teman sejawat, bukan sok pamer tapi sekedar sharing pengalaman berburu sepeda sampai nun jauh disana.
Selamat kang, sepeda yg bagus..
Jarang sekali kita jumpai sepeda buatan italia di indonesia..
Stang mirip Simplex cycloid, kontruksi rem’a pun sangat menggoda…
salam onthel
Selamat Anda Memiliki Sepeda yang Luar Biasa kalau bosan bilang ane ….
Ini sepeda yg unik & langka.
Stang memang mirip simplex-cucloid, tp lebih lebar.
Sistem rem jg tdk kalah unik.
Dulu aku pny, sayang udah kabur… hikhikhik…
Salam dari Jogja…
INFO TAMBAHAN ; sepeda tsb di atas milik mbah angkat org tua km alm. Km bawa dr dusun Tanuragan Kartasura Sukoharjo… Menurut mbah kami sepeda beliau beli dari tentara yg pulang dr Irian jaya. Sepeda tsb di bawa langsung dr Irian jaya. Thn 1950-an.
INFO TAMBAHAN: sepeda tsb gir dan pedal merk UNION. Boncengan Hopmi holland, sadel merk gazelle, lampu dan dinamo Bosh, Bel ada gambar kijang. Plek sepasang sudah di ganti dgn araya yg lama di simpan ada gambar burung dan jari2 dr kuningan.
sepeda yang bagus mas selamat menyimpan jangan dibuang. sayang!!! sekedar info sepeda ini masih dijual di salah satu outlet/swalayan Hardware yang ada di kota-kota besar (maaf tidak berani bilang merk) takut sama polisinya web ini. nanti dikirain marketingnya. outlet yang di Surabaya di situ jual lengkap spare-partnya juga dan haganya “nuwun sewu pokoke” jadi kalo mau belajar tentang sepeda bianchi dan spare-partnya langsung aja ke outletnya. buat perbandingan mana yang gak sama
Memang saat ini produk sepeda bianchi masih ada dan masih dijual di indonesia di outlet hardware yang di sebut diatas. Saat ini Bianchi lebih terkenal dengan sepeda balapnya dan dijual dengan harga yang selangit… Kalau lihat di web resmi Bianchi masih ada produk model seperti gambar tersebut yang diproduksi dengan bentuk yang mirip, dari stang ataupun konstruksi rem yang sama.
Untuk Emblem saat ini memakai stiker plastik, mirip dengan emblem yang pernah di bahas oleh MR Otto Beaujon dalam De Oude Fiets ; Indonesia.
Mungkin para suhu dan pakar yang lain bisa comment???,
Memang harus bangga karena makin beragam sepeda yang ada di indonesia.
Selamat….
siap di ontel aza udah bagus kang
cuma bilang ziiip lah itu klo bisa imjunculin juga no rangka biar lebih jelas
Sepeda yang bagus, Modelnya sama terutama pada stang dan unit rem-nya dengan bianchi keluaran terbaru (2011) seharga 11,6 jt di PTC Sby.
meskipun merk berbeda pada kurun waktu yang sama ,teknologi ataupun model sebuah barang di eropa akan selalu mirip antara atu dan lainnya, apalagi untuk sebuah mekanisme yang sangat sederhana, hanya saja untuk menentukan siapa yang menjadi pioner dari sebuah produk harus dilihat paling tidak,siapa yang mematenkannya …..stang simplex dan sistem rem fongers….tapi keliatannya sepeda diatas agak muda!
Sepeda yg guantheng..
mantab…HIDUP ITALY…
beberapa kali saya melihat sepeda jenis ini, terakhir di kediri dengan kondisi yang juga istimewa…
selamat pak Anang…
@kang iwan
kapan hari aq ke rumahmu…sepi kang…dapet buruan onthel lagi ya….
ga nyangka.. ternyata peminat sepeda onthel masih banyak ya.
Funny, this Italian Bianchi bicycle has a handlebar (stang) that looks like from an old Simplex, with the break-lever inside of the stang itself.
The braking system itself looks a lot like from a very old Fongers (BB-model).
I wonder if people at the bianchi-factory copy’d the system from old Fongers (and Simplex) or that it is pure a coincidence that they look the same.
I wonder how old this bicycle is, 1950′s ?
mas abdurroni baru tau ya, itu yang namanya hardi………….. kalau sehari enggak ngelus ontel bisa meriang dia………… dan anggota onthelnya +/- 10.000 orang seindonesia. hihihihihihihi
@bakri
banyak banget pak…klo kebanyakan ngelus onthel merinding juga pak ( d marahin istri)…
Mantap blognya
ditunggu kunjungan dan komentar baliknya.
Salam Persahabatan
disave.wp.com
Sepeda merk Bianci sampai sekarang memang masih memproduksi yg model vintage, merk yg lebih terkenalpun di Italy juga masih memproduksi model gaek alias vintage contoh merk Lazzaretti walaupun harga sepeda sportnya harganya selangit tapi masih juga memproduksi model lama utk dipakai sehari hari.
Sepeda klasik di Italy pada prinsipnya sama dng sepeda Inggris, apapun merknya bentuk frame, posisi kemiringan frame, part2 utama mis handlebar, slebor. . . Bahkan ciri khas cat sleborpun merk apapun sama yaitu dibagian tengah bagian punggung lebih tinggi dan di chroom. Yg sedikit membedakan adalah assesorisnya, yg keluaran sekarang sudah terkontaminasi dng produk dari Taiwan seaperti halnya produk sturmey archer yg baru juga dr Taiwan.
Alhamdulillah ketika bulan Nov 2011 yll bertugas ke Italy secara tidak sengaja ketemu dua sejoli dirantai didekat stasiun di Firenze, setelah diamati dan diteropong dng seksama ternyata sepasang sejoli onthel, dng sabar kutunggu siempunya, bbrpa menit kemudian datang yg punya, singkat cerita dng jasa penterjemah kawan kedutaan dkth bhw sepeda tersebut warisan orang tuanya dan sekarang masih banyak dijumpai di jalanan dng merk macam2 tapi moodelnya sama, yg membedakan antara merk terkenal dan tdk adalah kualitas besinya, kasar tidaknya dlm proses pembuatan dan tentunya berpengaaruh thdp harga. Tdk menyiakan kesempatan maka bersama kenalan teman di Roma keesokan harinya terus berburu onthek dr negeri spaghetti selama 2 hari saampai ke “pasar loak”/Porta Portese pun dijelajahi. Akhirnya membuahkan hasil, ternyata banyak juga yg baru, setengan baru maupun yg lama, ogut dapat dng merk yg cukup terkenal do sono yaitu Lazzaretti dng uang mahar 390 Euro kira2 4,5 jt, cukup murah utk ukuran harga onthel di Ind yg semakin gila utk merk tertentu.
Selain dapat onthel, juga dapat dua buah bell dng gambar timbul yg unik khas Roma, kunci merk Cicno yg masih mulus, handlebar tua dng bahan aluminium yg mudah2an jadi langka disini, bbrpa lampu samping dan belakang ex Bld dan Germany.
Singkat cerita di Jkt sudah saya gowes wira wiri ke HI, UI Depok dan Situ Babakan, digowes sangat ringan, huenak, sayang. . . . . . Kurang gagah seperti onthel2 Bld krn framenya agak tegak.
Utk menambah gagahnya cowboy dr Italy ini mabbrpa part saya ganti spt lampu depan, lampu belakang, dynamo dan sadel, yg jelas menambah kesan gagah. Sayang blm sempat saya posting krn sudah tua agak2 gaptek hehehe… Temen2 Koba dan Oseba sdh pada nyoba dan mak nyussss katanya.
Lumayan utk nglengkapi koleksi yg ada biar tdk……….mari mati gazelle thok.
Demikian poro pinisepuh dan teman sejawat, bukan sok pamer tapi sekedar sharing pengalaman berburu sepeda sampai nun jauh disana.