BARU LIHATKAN SIMPLEX MODELNYA KAYAK GINI

Selamat siang,
Diantara sederet sepeda rekan PASOMO ada sepeda seperti foto terlampir.
Ada yang bilang itu simplek aseli ada yang bilang jadi jadian. Pemiliknya salah seorang rekan dari PASOMO wilayah Trowulan, sepeda tersebut merupakan warisan dari orang tuanya tetapi tidak di beli dalam kondisi baru.
Boncengan Propeler, piringan sudah di ganti Phonix, bos belakang juga sudah diganti tapi 36, no seri sudah tak terbaca, ada emblem simpleknya.
Mohon pencerahannya sehingga sepeda tersebut menjadi cerah adanya.
Atas masukannya kami ucapkan terima kasih.
Wasalam.
Xk
Simplex palang double
Palang dua seperti kepunyaan sepeda inggris
Ga cuma batangannya aja yg double fork belakang juga double…ini kayaknya  mau jadi sepeda kembar tp ga bisa misah akhirnya  dempet
Semuanya serba dobel…
Tampak depan

58 thoughts on “BARU LIHATKAN SIMPLEX MODELNYA KAYAK GINI

  1. Mojokerto emang gudange barang kuno,
    Jangankan onthel, dari keris, tombak, arca semuanya ada.
    tapi di musium. Cuman onthel yang gak dimusiumin di Trowulan. ha…ha…ha…. Tapi onthelnya keren.
    Hayo… siapa yang punya onthel warisan patih Gajah Mada??

    • pak azis kenalkan pak sy deny gemar ontel dari mojokerto sooko mengelo, pak kapan ya pak agenda ontel akbar ke di kota majapahit kota sejarah dan kota pejuang tempat singga pejuang RI dan kota belajar bungkarno,klo bs pak dikasih forum pak buat info kegiatan ontel dishare ke no hp, deny.pribadi@yahoo.co.id

  2. keren!apalagi kalo dikasih tau resep jamu biar bisa dapat sepeda dempet kayak gitu….dulu lahirnya kelilit ari-ari ya?kok ganteng sepedanya

  3. Kreatip dan inopatip, tetapi kalo simplek kok di leher ndak ada keninya ya nak xk, trus itu boncengan kok skoknya gedebanget (apa barusan dikoum teh, uhuk…..3x).
    Tapi kalo lampu dan dinamonya aku mau buangets…tuh, kalo sepedanya ndak kuwat le oprasi pemisahan karena kudu ngundang para pakar bedah besi, spesialis penyakit sepeda dan ruang pemisahan yang steril dari kuman colong jupuk. Uhuk…3x
    Monggo nak Andyt…….

  4. Trimakasih atas masukan rekan2 onthelis, khusus prof Andyt makasih puoll juga atas masukannya dan ilmunya kemaren he….3x (sedikit info sepeda ini pernah saya konsulkan dengan Prof Andyt, tetapi tanpa mengurangi rasa hormat saya juga pengen berbgi dengan rekan2 semua).
    Mbah Roko, memang di leher ndak ada keninya dan halus (aneh), sedangkan skok di boncengan yang ada tulisan propeler itu memang agak gede tetapi yang pingin kami ketahui juga apakah skok itu memang ada dan besarannya segitu atau seberapa. Mungkin kalo kebesaren apa pernah di bawa ke mak erot ya….
    Pak Sahid, mungkin bukan kloning tapi kembar siam yang ndak sempurna he…..3x.
    Pada minggu kemaren lebih kita amati ternyata no serinya ada tetapi lamat lamat. Ada disebelah kiri kalo kita naik spd tersebut dan ada di keni planthangan bawah sadel yang bawah.
    Dan yang jelas kalo dinaikin klenyer klenyer, nyaman (jarene sing duwe, he….3x)
    Trimakasih

  5. I don’t think Simplex made this, but the man that build this did a nice job, it looks as if it has always been so, and it is a very strong frame now !

  6. salam ontelis
    wah,selama bergelut dengan sepeda baru kali ini lihat simplexs dengan dobel frims, perkiraan body yang dobel hanya punya gazelle dan amsterdamer, phonixs juga ngeluarkan, saya pikir itu sepeda pesanan khusus simplexs untuk sepeda pembawa beban lebih 100kg, unik juga sepedanya.

  7. Kita belum ketemu siapa pemilik sepeda ini yang pertama sebenarnya. Karena dari dia kita bisa dapatkan sumber cerita dan kenangan sebenarnya. Orang tua dahulu juga banyak yang kreatif dan inovatif. Mempunyai daya pandangan seni tesendiri secara person. Kadang-kadang sepeda diutak-atik menurut seleranya, dibuat begini dan bagitu. Orangnya sudah ngak ada yang tinggal hasil karyanya. Cerita terputus tanpa tulisan akhirnya buat bingung orang yang kesudahan. Akhirnya orang sekarang main tebak buah manggis. Yang penting kita sesama onthelis saling menghargai hasil karya orang lain. Dinaiki enak, digenjot sedaaap???!

  8. mengomentari bung Sulaiman Razali (21),

    Begitu banyak motivasi orang pada sepedanya. Selain siklus yang sudah beberapa kali saya ungkap, yakni awalnya asal sepeda, lalu mencari yang paling cocok (minded), siklus berikutnya paling langka/mahal/unik, dalam rangka itu kemudian berkembang ke level berikutnya (fase paling akhir) yakni mencoba merekayasa/ membuat sepeda.
    Kadangkala dalam proses menuju fase berikutnya, ia menjual/menukar sepedanya. Umumnya yang menerima sepeda bentuk aneh-aneh adalah orang yang menyukai (dengan beragam alasan) dan para awam sepeda bisa juga pemula (yang tertipu dikira barang asli yang unik, langka, namun ternyata jejadian). Cerita tentang yang terakhir ini sangat banyak terjadi dan cukup memilukan untuk diulang atau diungkapkan.

    Beberapa rekan di klub sepeda kuno umumnya juga mengalaminya, sebab rata-rata pemahaman tentang sepeda kuno oleh anggota klub pada umumnya sama, yakni sepeda yang baik adalah yang langka, orisinil, aneh, susah ditemukan duanya (karena mahal, seri, jenis, produk, bentuk, memorabilia, dll). Karena pengetahuan tentang sepeda kuno terbatas dan ditambah banyaknya para pengambil keuntungan sesaat dengan melakukan tindakan kurang baik maka muncullah sepeda-sepeda jejadian yang dibeli/dimiliki oleh para anggota klub tersebut.

    Jika kemudian para pemilik itu merasa nyaman atau cuek karena faktor kenyamanan dan keindahan sepeda tersebut tentunya kita juga harus menghargainya. Sebab nyatanya banyak juga sepeda jejadian yang nyaman dan enak dikayuh. Tampilan yang unik justeru malah dipakai sebagai penambah daya tarik yang mengundang perhatian dan tawa orang lain sebagai faktor pendukung ‘kebocoran’ diri. Ada cerita dari salah satu anggota klub yang membeli Gazelle cowok, belakangan baru tahu kalau pada bawah braket terdapat tulisan ‘made in Japan’ alias bukan Gazelle beneran. Dia nggak protes atau malu sebab disamping enak dikayuh juga jadi trademark istilah Gazelle made in Japan. Saking bangganya sampai kaos dan topinya dibordir ‘Gazelle Japan’. 😛

  9. ok bnget onthele. mbah!!!!. salam onthel buat shohib2 ??? boeat cak andyt bole mainkeruma e ta ? soale aku punya simplex cycloide elit n simlpek jalu cwek n minta fatwa e gitu cak!!!!

  10. To. mas Andyt,
    Saya sangat terpesona dengan kata-kata mas Andyt di no.11 yang terakhir, mudah-mudahan banyak teman-teman yang mencontohnya he…he…he… utk comment no.26 saya sangat setuju dengan mas Andyt. Masukan yang sangat berharga buat para onthelis…

  11. Sepeda saya di rumah palang batangannya ada 4,konon kata si empunya dulunya kalo istrinya mau jemur pakaian sering di situ.

    kira2 buatan tahun berapa ya?

  12. wuih ….. cool banget tuh simplex – nya….aye punya simplex jalu wedok and gazelle seri 3 …. ada nggak ya yg punya barang yg orisinilnya ?…mbok ditampilin gambarnya.

  13. Mas Andyt n Bang Leman,
    Sy setuju dg pendapat/ komentarnya. Kalo mo bikin sepeda sendiri utk kelangenan sendiri ya sah-sah saja. Asalkan jangan bikin brg jadi2an utk dijual dg mengatakan asli/ orisinil Belanda. Sepanjang yg jual mengatakannya dg jujur bhw mmg hasil modifikasi dan yg beli juga paham n sangat menyukainya, ya monggo mawon, itu namanya suka sama suka.

    Punya sepeda aneh n tiada duanya, mungkin membanggakan. Dari jauh memang menarik hati … tp begitu para pakar pada datang berkerumun dibawah pimpinan mas Andyt melakukan observasi, check & recheck, analisa …. yah ternyata … bikinan orang …. langsung si empunya pingsang, kecuali yg punya Gazelle Jepang! Ha ha ha. Peace dong ah!

    Salam buat semuanya n sampai jumpa di Semarang.

  14. Salam kenal dari saya,
    Tentang sepeda antik yang rangkanya duoble kaya di mojokerto tsb saya juga punya… sudah lebih dari 15 tahun lalu saya beli kepada Pak Man yang berasal dari Kepanjen Malang.
    Dari pertama kali melihat, saya sudah jatuh cinta… krn baru pertama kali saya liat sepeda dengan rangka tengah double dan bukannya karena di-las (terlihat dari sambungan pipa yang asli). sayang Koleksi sepeda saya tersebut tidak bisa saya tampilkan karena masih di rumah Ortu saya (almarhum) di Malang sana.
    Kalo dari Pak Man yang saya beli sepedanya tsb (umur beliau mungkin sdh lebih dr 75 tahun), katanya jaman dahulu biasanya sepeda dengan rangka double seperti itu dipakai di Djawatan Pos. Jadi waktu dulu mungkin untuk pengantaran surat dari kantor Pos ke rumah2 warga. Nah, fungsi rangka tengah double sendiri kira-kira untuk menaruh tasnya Mr. Postman…
    Sekarang kondisi sepeda saya tsb merana, berkarat & tergantung di gudang luar milik ortu saya. Saya merasa berdosa telah “melupakannya”…
    Ok insy nanti klo pas mudik akan saya rawat kembali, sukur2 bisa saya foto dan ditampilakn di web-ini..
    Salam untuk Onthelis in the Earth… (karena kayanya selain di Bumi belum ada yang buka cabang…)

    Bambang Hengky Rainanto
    hengkyrainanto@yahoo.com

  15. Menyambung lagi diskusi terdahulu ttg sepeda ber-stang double, saat ini saya sdh punya foto2 sepeda saya yg mirip dgn di foto di atas. Tapi maklum saya blm tahu cara meng-UpLoad foto tsb di alamat ini… Mohon utk rekan2 yg tahu caranya mbok hamba ini diberitahu..

  16. sepedane mirip sepedane mbah sarno jan apik temenan koh karo sepedane mas goli. embuh pada olih nang endi . Jan salut karo pite wong trowulan,langka tunggale,aja nganti ucul mas temenan kuwe. salam kang wong watujengger.

  17. sepedane mirip sepedane mbah sarno jan apik temenan koh ,karo sepedane mas goli. embuh pada olih nang endi . Jan salut karo pite wong trowulan,langka tunggale,aja nganti ucul mas temenan kuwe. salam kang wong watujengger.

  18. Saya punya spd waktu saya beli emblem sudah hilang (lubang atas-bawah 4,3 cm), slebor spt simplex tapi lobang-lobang di samping, tuas 2 melengkung berlawanan arah (kalau Goricke sptnya bukan), nomer seri dibawah sadel dibagian depan (umumnya no seri di bwh sadel sisi kiri atau kanan), warna dasar hijau tua ada list emas), bawah bracket ada ketrikan BY. sepeda saya ini merknya apa ya.

  19. Sy ragu klo itu simplex….
    Dlihat dr besaran batang besi, model batang leher, model fork, jg garpu blakang,…
    Klo pun ada emblem simplex itu kliatan jadi jadian dilihat dr pakuan emblemnya…
    Yg nampak asli simplex cuma slebor…
    Maaf klo salah….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s