IFAH & NEW HUDSON

KISAH IFAH DAN NEW HUDSON

 

Sepedah ini memanglah sepedah biasa saja bila dibandingkan dengan sepedah tua sekelas Fongers, Gazelle, Simplek,dkk, bahkan sepedah ini bukan berasal dari negara Belanda yang umumnya memiliki kualitas material besi yang dibuat secara perfect, ya panggil saja ia New Hudson (Waverley Works Brimingham) bicara tentang kapan tahun sepeda ini dibuat katalog  New Hudson menggambarkan bahwa 1939 perkiraan sepedah merk dan jenis ini mulai muncul maaf jika terdapat kekeliruan.

Ifah Nurhasanah gadis mungil 22 tahun, sudah hampir beberapa bulan ini ia sering pulang ke Majalengka (Jatiwangi) selepas libur kuliah, untuk mencoba merayu seorang ibu yang  punya sepedah tua peninggalan mendiang suaminya. Karena ia sudah ngebet ingin punya sepedah tua ia mencoba melakukan penawaran dengan ibu tersebut, setelah beberapa bulan merayu jawaban yang dilontarkan tak pernah berubah maaf  tidak dijual. Setelah sedikit bersabar 19 Juli 2015 saat sedang  asyik-asyiknya menjadi penerima tamu atau biasa kita kenal pager ayu dalam acara pernikahan saudaranya masih di daerah Jatiwangi,  terik matahari makin menyengat menandakan matahari tepat berada diatas ubun-ubun, datang sosok tua renta berumur hampir 80 tahun panggil saja beliau Aki Rawn atas bantuan pamanyalah Aki Rawn dan Ifah bertemu “neng resep sapedah onthel?” (neng suka dengan sepedah onthel?) “muhun pak nuju milari nembean resepna ge”( ya pak saya sedang mencari karena baru mulai suka) “ muhun bapak bade ngical sapedah nuju peryogi artos neng kanggo mayar setoran motor” (bapak mau jual sepedah buat bayar cicilan motor). Begitu penjelasanya singkat cerita, selesai acara pernikahan langsung tanpa berfikir panjang sepedah  didatangkan dari rumah Aki Rawn  yang memang tidak begitu jauh dari sana. Sore itu langit hampir gelap samar terlihat sepedah yang memang sangat bersih sekali bahkan benar-benar terawat, cahaya langit yang redup tidak menghilangkan kecantikan sepedah tersebut bahkan cantikanya sepedah itu makin menjadi saat malam tiba.

Setelah semua bagian part di foto memang hanya sekitar 50% tingkat keorsinilanya namun karena restorasi yang dilakukan ki Rawn penuh kesungguhan dan kecintaanya kepada sepedah tuanya, Hudson begitu cantik dan anggun bila ditunggangi wanita manapun bahkan ditunggang laki-lakipun tetap terasa cantik, negosiasi hargapun berlangsung saat itu juga, tapi Ifah baru tersadar saat ia merogoh dompetnya tak ada sepeserpun uang  besar di dompetnya, tapi atas nama ngebet onthel dalam  kurun waktu 2 hari sepedah dipinang dan diboyong menuju kota Sumedang tempat ia berkuliah. Menaiki Hudson bukan perkara mudah dengan tinggi Ifah yang hanya 149cm dan tinggi sepedah dari permukaan tanah hingga sadle/jok sekitar 90cm membuat ia tidak mampu berpijak dengan baik saat sepedah terhenti, kalau saja ada kontes penunggang sepedah tua wanita, mungkin ia akan memenangkan nominasi “onthelista mungil paling ngeyel yang nekat naik onthel” , dalam kurun waktu 1 tahun terbukti sudah 2 perempatan di Sumedang, dan 1 perempatan di sekitaran kota Bandung yang ia cium aspal jalananya, coba kalikan saja sendiri dalam kurun waktu 20 tahun kedepan berapa puluh aspal yang ia cium.

3 bulan kemudian ia kembali ke Majalengka dan berita pertama yang ia dengar adalah Aki Rawn telah meninggal, 1 bulan setelah sepedah tersebut dibeli oleh Ifah rasa tidak percaya pasti menyelimuti setiap orang  jika berada dalam posisi yang sama, setelah ditanyakan ternyata memang Aki Rawn meninggal karena sakit, Aki Rawn memang tinggal sebatang kara, istrinya telah lama meninggal dan anak-anaknya sudah berumah tangga serta tinggal di kota, begitulah nasib setiap orang tua, renta dan ditinggalkan. Sepedah itulah sahabat satu-satunya, sepedah itulah rekan satu-satunya, sepedah itulah kesayangan Aki Rawn disisa usia hidupnya, hanya sepedah itu  yang menemani ia pergi ke sawah sosok pengganti almarhumah yang dulu ketika masih ada dapat menemani Aki Rawn kemanapun pergi . Satu hal yang menjadi kesan mendalam dari Aki Rawn dan akan selalu dikenang ia sangat-sangat merawat dan mencintai sepedahnya secara konsisten sejak awal dibeli sekitar tahun 1995 lalu, padahal umumnya sepedah sawah adalah sepedah yang selalu bergelut dengan air dan lumpur sawah, dalam hati kecil Ifah memang ada rasa simpati yang mendalam kepada Aki Rawn karena sebelum beliau pergi telah lancang membeli sepedah kesayanganya, catatan ini hanyalah catatan kecil mengenang hampir 1 tahunya Aki Rawn meninggal,dan suatu hari nanti siapapun pemilik New Hudson (12035) ini, jaga dan tetap rawatlah sepedah ini secara konsisten.

Pengirim

Eko Budi Prabowo

Sumedang 4 Juli 2016

9 thoughts on “IFAH & NEW HUDSON

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s