BSAku Sayang…

Pada akhir tahun 70an aku hanya sering termenung di bawah tongkrongan sebuah sepeda yang di parkir di dekat tempat tidur kakekku. Sebuah sepeda perempuan yang aku belum mudeng apa arti sepeda tersebut. Cuman sepeda tersebut bila dinaiki oleh kakekku atau ibuku tampak anggun dan aku hanya bangga karena aku belum mungkin menaikinya karena usiaku belum genap 10 tahun. Kakekku sering cerita bahwa sepeda tersebut adalah sepeda inventaris sewaktu beliau mengajar di SGB brosot dan mengelola SMP Progo, tetapi sepeda tersebut telah di beli oleh kakekku (mungkin lelang) dan saat ini dirawat oleh kakekku. Wah ternyata begitu berjasanya sepeda tersebut oleh karena itu kakekku selalu bangga atas jasa sepeda tersebut.
Singkat cerita setelah ibuku SMP, ternyata sepeda tersebut dipakai oleh ibuku untuk berangkat kesekolah. Ternyata sepeda tersebut juga telah berjasa bagi ibuku dalam menyelesaikan sekolah SMPnya. Ibuku merawat dengan semaksimalmungkin tetapi ya tetap sebisanya karena beliau wanita. Tetapi kalo diperlukan kakekku selalu turun tangan. Itulah cerita sepeda BSA yang telah diturunkan keketurunan kedu.
Dan tanpa dinyana dan diduga duga ternyata sepeda tersebut sewaktu aku masuk SMP dan diterima di sebuah SMP N yang cukup faforit didaerahku (kalasan , sleman) sepeda tersebut di percayakan kepadaku untuk transportasi sekolahku. Wah betapa bangganya diriku jikalau aku memakai sepeda tersebut walaupun era itu banyak temenku yang memakai sepeda mini ataupun sepeda balap. Hanya sayang sewaktu aku Sma, pada waktu itu (pertengahan 80an) virus sepeda warna warni baru merebak agar aku bisa masuk dan diakui dikomunitasku kan kucat juga sepeda tersebut dengan warna biru muda kesukaanku. Tetapi ternyata e ternyata kakekku dan orang tuaku menentang dengan keras beliau mending membelikanku sebuah sepeda motor baru waktu itu. Jadilah sepeda tersebut kutinggal entah kemana dan aku selalu bangga dengan sepeda motor baruku. Setelah itu bapakku meninggal dan kakekku juga meninggal sehingga lebih runyam lagi riwayat sepeda itu.
Sekali lagi bencana besar menimpa keluargaku. Gempa jogja, rumah kami yang kami sayangi luluh lantak diterjang gempa, sehingga nenek dan ibukku harus eksodus ke Magelang dan hingga kini menetap disana. Suatu ketika rumah ku yang di Jogja (dengan bantuan tempatku bekerja dan tempat adikku bekerja serta tabungan kami) akan di renovasi secara mengejutkan sepeda tersebut muncul di belakang gudang rumahku. Dan terperangahlah aku karena walaupun karatan dan kusam sepeda tersebut masih lengkap (ada beberapa bagian yang terlepas tetapi ada di sekitar sepeda tersebut). Nah inilah sepeda BSA ku sayang, yang mulai saat ini akan kurawat semampuku dan sebisaku. Karena aku adalah keturunan ketiga dari kepemilikan sepeda ku tersebut dan telah mengantarkanku menyelesaikan SMPku hingga saat ini aku menjadi seorang “penjual bunga” yang menjadi kebanggan dari istri dan kedua anakku.
Salam onthel
XK

53 thoughts on “BSAku Sayang…

  1. wah dapat wangsit tuh mas buat dirawat terus…sekalian direstorasi mas cariin onderdil yang sudah hilang (nguri2 warisan para pini sepuh)…pasti akan lebih membanggakan lagi…coba sharing sama mas towil PODJOK beliau juga punya sepeda BSA yang heren & sudah direstorasi mudah2n bisa membantu…sepeda yang langka mas…!!!

  2. Trima kasih pak Bejo, kang wc, mas harry dan mas winahyu atas masukannya, tetapi posisi saya sekarang meladang di Mojokerto dan sepeda tersebut tak bawa ke Mojokerto.
    Beberapa dari onderdil sepeda tersebut memang ada yang kurang antara lain karet pedal, setopan lampu belakang dan pelek belakang. Kiranya ada yang bagus dan murah mohon bantuannya di pasomo2008@yahoo.com.
    Salam onthel
    Xk

  3. Walah, cuantik mas sepeda BSA nya, klo boleh tau nomor serinya berapa ya mas, apa ada huruf di nomor serinya,
    karena kebetulan sepeda BSA saya bahan emblemnya beda dengan sepeda mas, dan nomor serinya 6 digit (180379) angka semua gak ada hurufnya.
    Sudah saya bandingkan dengan BSA temen saya yg emblemnya persis kayak punya mas, nomor seri ada hurufnya.
    Terimakasih banyak sebelumnya mas xk 🙂

  4. 6. Panjenegna tinggal dimana mas wongeres?
    7. Pak Yudi maaf sepedaku sudah nikah sama raleigh, he…3x dan kebetulan juga sudah berputra 2 salah satunya (yang kecil) sepeda Poland yang satunya masih malu malu, je. Sekali lagi maaf pak Yudi ya….(kata mas Hardi kalo kawin satu turunan bisa kurang bagus keturunannya, he…3x)
    8. ada hurufnya K mas.

    Ada sedikit cerita tambahan :
    Di slebor belakang ada merah merahnya. Itu adalah no absen dan kelas saya waktu SMP karena jaman itu sepeda diparkiran sekolah ada yang ilang trus dari sekolah membuat kebijakan yang boleh parkir disekolah adalah sepeda yang ada registernya tersebut. Dan ada Plombirnya tahun 85 seingatku waktu itu saya mendapatkan plombir tersebut setelah kejar kejaran dengan aparat yang biasanya oprasi plombir didepan mbok berek mbendan kalasan. Dan kebetulan aku ketangkep karena sepeda ku besar dan aku harus beli plombir tersebut. Berat juga sih harga plombir tersebut karena uang sakuku sebulan seingatku waktu itu tidak lebih dari Rp 5000 (harga satu gelas es seingatku waktu itu Rp 50 kalo mie Rp 100). Bisa tambah kalo jualan kelereng atau mobil mobilan dari bambu. He…3x. Nelongsomen ……..

  5. Makasih atas infonya mas xk 🙂
    Waduh, tahun 1985 saya baru belajar jalan itu 😦
    jalan aja blum becus apalagi numpak pit haha

    btw… plombir apa ya mas (kurang gaul saya hehe)

  6. salam kenal masXK ,aku dari sukoharjo.kayaknya sepeda kita sama mas,aku juga dapat warisan dari “simbah”.dan sekarang juga ta rawat sebisa mungkin.sama2 penuh misteri keluarga.

  7. 11, plombir itu bahasa di daerahku untuk pajak sepeda waktu itu.
    12, kapan kapan saya maen ke jl wonosari yo mas?
    13, Salam kenal juga mas tira, mari kita jaga dan rawat warisan leluhur kita mas.

  8. Wah dapat momongan baru Mas XK ?
    Apa perlu tukang ngrawat ? Kalo kewalahen ngrawat aku mau mencalonkan diri buat ngrawat ( tapi di Surabaya ) he… he….. he…………..

  9. Sungguh sepeda yang punya nilai historis……..buat keluarga. sebaiknya dirawat lagi. Itu kan seperti wesi aji, cuma ada rodanya dan bisa dionthel untuk dinikmati .

    Siiiip….dah !

  10. Ndak nglindur kok mas mblink, aku memang aseli bikinan jogja tapi ortuku di magelang trus aku terdampar di jepara sampe kecantol di jepara dan sekarang jual bunga di Mojokerto (kira kira menurut primbon masih mo dipindah lagi ndak ya…) he….3x

  11. Salam ontel.
    Mas itu sepeda ada cerita nya dan silsilah nya .
    Kalau sepeda saya baru saya beli bulan pebruari 2009 di mas budi ontel warteg cipondoh tangerang.saya ambil karna merk BSA jarang ada.Ini sepeda saya yang kelima .pertama Religh,BSA,Vesting,Union,Gazelle seri 2.
    Jadi hobi nya baru bulan pebruari 2009 ini .Niat nya untuk melestarikan sepeda sepeda kuno.
    Salam ontel dari kunciran tangerang

  12. mas aku nduwe sing lanang uk.24 karo montore bsa 350 …sing kurang pit wedho karo senapane .. nek dikawinken piye .. heheheheh

  13. Terima kasih rekan semua,
    Wah sepeda tersebut kayaknya masih senang menjanda he…3x, karena kalo kawin trus ikut suami saya yang repot mo cari gantinya gak bisa mo beli gak ada duit cash….he….3x

  14. mamas semua dl aku juga sapet bsa namu ternya di lihat eh mlh frims hehehee wah bsa pndn ampik nek di magelang jaran g ada bsa.oh ys ms ibu ———–tggl diimana aku juga orng mageloang lho mkshhhhhhhhhhh

  15. Duh dadi kelingan karo sedulurku sing menehi topi polkah kae yo mas xk, kita ketemu di dekat bandara itu. wah keno nggo pusoko iki dab tinggalane sesepuhe dewe BSA muantab.

  16. sya juga punya satu speda bsa, dibanding jenama (merek) lain (reliegh dan humber) yang juga ku punya, bsa memang best, bila digunakan lebih mantap dan kuat …. sepeda bsa itu sy beli dari bengkel yang dikelola dua pembengkel bersaudara di jalan mesjid jamik pangkalpinang, bangka – provinsi bangka belitung. catnya sudah gak ada tapi body alias besinya sangat oke sekali. wah saya terharu sekali membaca pengalaman anda empunya bsa itu.

  17. @ Mas Xk, aku juga punya warisan 3 generasi! Barangnya trus tak bersihin, tak lapi terus, mugo-mugo bisa diturunkan ke anak lagi, sejarahnya leluhur kita mas. kemarin ada yang naksir dengan harga yang suangat bagus tapi sejarah-e yo bos

  18. saya jg pny BSA lanang ukuran 22,stang,gir depan,bos dpn belakang,simbol dpn n dibawah as pedal smua msh merk BSA.pelek dpn merk dunlop n ban depan merk god year.serinya B 111818. sy mau tny jok asli BSA ky apa n klo ada yg jual dimana?

  19. ..permisi bro..kawan smua…ikut ngobrol yach…he he…q j9 hobi speda,, tp dr bbrp koleksi, y9 paling q suka j9 bsa…ukrn 22, bukan y9 varian “sersan mayor” tp y9 emblem model wing stainless, lmyn orsi seh,, cat, frame (d bwh pipa as pedal ada tulisan bsa ), hub dpn blk9, stang, transmisi rem (sangat khas bsa), bagasi/boncengan dobel standar (bawaan dr pas dapat), kecuali ban pke hitam putih & sadel (pake double per y9 emg q suka cz brkesan macho..he he..)..y9 varian sersan mayor ukrn 24 (emblem oval almunium tebel) ada j9 tp belum q posting d FB..y9 varian cewek sersan mayor br q kejar tp lum dpt (moga2 dpt, biar ga pd kesepian..)..
    meski q j9 suka bikinan eropa laenny (nederland,jerman,dll) tp sebenere q lebih cenderung br_aliran english mania..ad triumph (laki 22), royal enfield (laki 24), hercules(24), raleigh (24) tp j9 lum sempat q posting…& q msh cari made in england laen…
    q pengen punya teman & tempat bwt sharing speda inggris…salam english mania…salam british only…!!!
    (fb: kris andi)

  20. awalnya saya tidak suka sepda tua hanya saja hobi otak atik sepeda seneng merakit sendri dari pasang ruji sapampai jadi sepeda yang dapat untuk transportasi ngadem pikir mampir ketempat teman,temen pingin ganti sepeda jengki seperti milik saya Terjadilah bater sepeda dengan sepeda tua miliknya teman kepada saya test jalan pakai gigi 1, 2, 3 melaju dengan cepat papasan mobil tidak goyang bunyi chik chik dengan perjalan yang cukup jauh cape juga kaki haus tenggorokan duduk bawah pohon yang berakar besar besar sambil menikmati air mineral, mata lieer lieer ngantuk dikejutkan dengan suara halus sopan dan beliu mengaku utusan pejabat pemerintahan daerah mencari sepeda tua singkat crita penawaran 1.200.000 rupiah dan akhir desember 2010 naik menjadi 4.500.000 rupiah karena ada kesan ngotot terbesit rak tak dool

  21. BSA merupakan pabrikan asal Inggris yang mampu dan dipercaya memproduksi alat2 keperluan militer, seperti: Senapan, Motor dan Sepeda. Pecinta sepeda dii Indonesia baru setahun belakangan ini mulai melirik merk BSA. Merk yang dipandang sebelah mata ini, justru merupakan merk yang menjadi “acuan” merk2 Belanda.

    Tidak heran, karena BSA yang ada di Indonesia merupakan keluaran akhir. Jadi jelas kalah saing dan kalah pamor dengan merk Belanda yang populasi nya lumayan banyak.
    BSA produksi 1930 kebawah tidak banyak yang mempelajari atau tertarik, suatu saat dapat kita lihat seperti apa wujud nya.

    Tetapi bila kita mau mempelajari, jujur dan bersifat objektif. Kita akan dapat dengan adil menilai suatu barang.

    Namun, yang namanya benda antik, bersejarah, tentu fungsi utama sebagai alat transportasi telah berubah menjadi benda bersejarah.
    Mari kita menghargai sepeda yg tentunya memiliki nilai dan sejarah. Apapun merk dan negara asalnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s